Pelabuhan Dufa-Dufa kini Menjadi Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah - Lentera Inspiratif

Daerah

Pelabuhan Dufa-Dufa kini Menjadi Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah


Rabu, 14 Februari 2018 - 00:41 WIB




Foto : Djohar Abdul sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate

Ternate LenteraInspiratif.com
Pelabuhan Dufa-Dufa Kecamatan Kota Ternate Utara akhirnya berganti nama menjadi Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah. Perubahan nama tersebut disampaikan oleh ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate. Selasa (13/02/2018) Djohar Abdul kepada wartawan Selasa (13/02/2018) usai pembahasan bersama dengan SKPD.
Djohar Abdul sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate kepada LenteraInsiatif.com, mengatakan, perubahan nama pelabuhan tersebut sudah mendapat persetujuan oleh pemerintah Kota Ternate maupun pihak kesultanan Ternate. Sebab didalam undang-undang juga ada kewenangan pemerintah Kota  mengatur soal perubahan nama pelabuhan.’ucapnya 
“Perubahan nama pelabuhan sultan Mudjafar Syah telah mendapat persetujuan dari pemkot Ternate bahkan dalam Undang-Undang juga telah mengatur itu”.
Komisi I Dekot baik pimpinan maupun anggota Komisi I juga telah sepakati terkait perubahan nama pelabuhan Dufa-Dufa menjadi Sultan Mudjafar Syah sebab ini dinilai sangat penting sebagai sebuah bentuk manifestasi untuk mengenang pilar perjuangan kesultanan Ternate.’
Ketika disentil mengapa pelabuhan Dufa-Dufa diganti nama pelabuhan Sultan Mudjafar Syah, dirinya mengatakan perubahan nama ini merupakan sebuah refleksi untuk menunjukan bagaimana perjuangan kesultana Ternate pada saat itu.
“saatnya kita mengenang perjuangan kesultanan Ternate Mudjafar Syah dalam bentuk bukti nyata agar dikenal di nusantara Indonesia“ Jelasnya.
Dirinya juga mengatakan, Pada hari ini Rabu (14/02/2018) pemerintah Kota Ternate akan melakukan peresmian sekaligus pemajagan nama pelabuhan Sultan Mudjafar Syah.jelasnya
Lanjut dia, sultan Mudjafar Syah juga memegang beberapa jabatan penting pada saat itu, yakni sebagai mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan tokoh adat yang sangat mempengaruhi kebijakan provinsi Maluku Utara pada saat itu.tutupnya (*alif)









 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI