Budaya

Thrifting: Pilihan Gaya Hidup Hemat dan Berkesadaran Lingkungan di Kalangan Mahasiswa

×

Thrifting: Pilihan Gaya Hidup Hemat dan Berkesadaran Lingkungan di Kalangan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Thrifting Jadi Gaya Hidup Mahasiswa: Hemat, Unik, dan Ramah Lingkungan

LenteraInspiratif.id – Di tengah meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok, thrifting atau aktivitas membeli pakaian bekas kini tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat. Aktivitas ini justru berkembang menjadi pilihan gaya hidup yang semakin diminati, khususnya di kalangan mahasiswa. Fenomena tersebut terlihat dari menjamurnya toko pakaian preloved, baik dalam bentuk gerai fisik maupun platform digital yang aktif di media sosial.

Seiring waktu, stigma terhadap pakaian bekas pun mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya identik dengan keterbatasan ekonomi atau kesan kuno, kini thrifting dipandang sebagai strategi cerdas untuk tetap tampil modis tanpa harus menguras kantong. Pakaian bekas yang masih layak pakai dinilai memiliki nilai estetika sekaligus keunikan tersendiri.

Tren ini diperkuat oleh data survei global yang menunjukkan bahwa sekitar 58 persen konsumen memilih membeli pakaian secondhand sepanjang tahun 2024. Bahkan, lebih dari 80 persen Generasi Z menyatakan telah atau sangat terbuka menjadikan thrifting sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Bagi generasi ini, thrifting telah berevolusi menjadi gerakan fesyen yang menekankan keunikan dan gaya personal, sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap industri fast fashion yang cenderung menghasilkan produk seragam.

Selain faktor ekonomi, thrifting juga menawarkan eksklusivitas yang jarang ditemukan pada produk massal. Banyak pakaian bekas berasal dari koleksi lama dengan desain khas dari dekade tertentu, sehingga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan identitas diri secara lebih autentik. Proses memilah pakaian atau yang kerap disebut dengan istilah hunting menghadirkan kepuasan tersendiri, terutama saat menemukan barang bermerek dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Kepopuleran thrifting semakin diperkuat oleh peran media sosial seperti TikTok dan Instagram. Konten thrift haul yang dibagikan mahasiswa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membangun narasi bahwa thrifting adalah gaya hidup yang kreatif, relevan, dan berkesadaran lingkungan. Dengan memperpanjang usia pakai pakaian, para pelaku thrifting turut berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pencemaran terbesar di dunia.

Pada akhirnya, thrifting bukan semata soal mencari pakaian murah. Lebih dari itu, ia menjadi simbol perubahan cara pandang mahasiswa dalam membentuk gaya hidup alternatif yang lebih etis: hemat secara finansial, peduli terhadap lingkungan, serta tetap adaptif terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id