Mojokerto | Lenterainspiratif.id – Tepat tanggal 1 Januari 2026 Klurak Eco Park menghadirkan pertunjukan budaya Reog Ponorogo Satrio Tunas Mudo Mojokerto dipanggung besar pelataran klurak Eco Park.
Setidaknya 1,5 ribu pengunjung menikmati kesenian asal Ponorogo Jawa Timur, pertunjukan di mulai sejak pukul 09.00 wib setelah senam pagi untuk semua pengunjung klurak Eco Park.
Alunan gamelan dengan di awali suara gong berdiameter 80 cm menggaung mengiringi hembusan angin di atas pohon yang pinus, tak hanya itu suara srompet, kenung dan angklung mengiringi gong yang menjadi pembuka pentas sebelum reog dan ganong masuk ke arena pertunjukan.
Selang beberapa saat masuklah gobesan Reog Ponorogo Satrio Tunas Mudho dimana sang singo barong tutul Jawa dengan diatasnya terdapat merak berekor putih meliukan tarianya, disusul dengan singo barong loreng dengan merak Hijau Jawa diatas kepalanya.
Tarian demi tarian singo barong telah menyelesaikan satu rangkaian, tak lama setelah itu empat jathil cantik masuk ke arena pertunjukan dengan tarianya mengisahkan pertempuran prajurit berkuda.
Tepuk tangan ribuan penonton yang menikmati pertunjukan reogpun melakukan tepuk tangan yang meriah, yang paling dinanti adalah Ganongan cilik asal kota Mojokerto melakukan salto sebagai ciri khas seorang pengganong tak lama setelah itu disusul dengan dagelan ganong dengan perilaku yang sangat kocak.
Lengkaplah sudah Ganongan diatas panggung setelah Aska pengganong cilik, cak man pengganong Dangan perut buncitnya sebagai ciri khasnya, dan mas Eko sebagai pengatur ritme dagelan ganong.
Tak hanya dagelan belaka, namun aksi sembur api pengganong Heru juga Joko, turut mewarnai suasana pertunjukan reog Ponorogo Satrio Tunas Mudho di wana wisata klurak Eco Park.
Setelah satu demi satu pertunjukan reog Ponorogo maka ditutuplah pertunjukan dengan tarian singo barong yang menutup acara sekaligus sesi foto bersama dengan ribuan penonton.
Mujianto, salah pengelola klurak Eco Park mengatakan bahwa dirinya akan memberikan yang terbaik untuk pengunjung termasuk pertunjukan reog.
Alasan kami memilih pertunjukan reog adalah agar masyarakat tak sampai melupakan seni dan budaya sebagai jati diri bangsa.
“ Bukan hanya reog kami juga menyuguhkan fun camp, live musik, pesta kembang api, dan musik keroncong,” katanya.
Sementara itu, Mas Shiro pengasuh Reog Ponorogo Satrio Tunas Mudho berharap jika gerakan melestarkan budaya bisa dilakukan pada setiap wisata di Mojokerto pada khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya.
” Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada klurak Eco Park yang masih peduli terhadap budaya bangsa terkhusus Reog Ponorogo yang sudah mendunia, ” katanya.
Jika ingin nanti masyarakat ingin mengundang reog Satrio Tunas Mudho cukup hubungi saja di no WhatsApp 085732796898 / 081515863212 .
“ Namun yang pasti tujuan utamanya bukan komersil, tapi lebih kepada uri uri budaya, jika soal biaya yang jelas sangat terjangkau ” tutupnya. ( Roe ).













