BeritaJawa Timur

SPPG Kutorejo Mojokerto Dihentikan Sementara, Imbas Dugaan Keracunan Menu MBG

×

SPPG Kutorejo Mojokerto Dihentikan Sementara, Imbas Dugaan Keracunan Menu MBG

Sebarkan artikel ini

Lenterainspiratif | Mojokerto – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang berlokasi di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, resmi dihentikan sementara. Langkah ini diambil menyusul peristiwa dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian sementara tersebut mulai diberlakukan pada Senin, 12 Januari 2026, sebagai bagian dari proses evaluasi dan investigasi lintas instansi yang melibatkan Dinas Kesehatan, Kodim 0815/Mojokerto, serta pihak kepolisian.

“Sebagai langkah tindak lanjut sekaligus proses evaluasi dan investigasi, operasional SPPG ini kami hentikan sementara mulai Senin,” ujar Kepala Korwil BGN Mojokerto, Rosidian Prasetyo, Sabtu (10/1/2026).

Rosidian mengungkapkan, SPPG Wonodadi selama ini melayani sebanyak 2.679 penerima manfaat dari 20 sekolah setiap hari. Dari jumlah tersebut, tujuh sekolah dilaporkan terdampak dalam kejadian dugaan keracunan massal.

Ia menambahkan, pemeriksaan awal telah dilakukan dengan meminta keterangan kepala dapur serta tenaga ahli gizi di SPPG. Berdasarkan penelusuran awal, prosedur operasional standar (SOP) dan petunjuk teknis BGN telah dijalankan.

“Secara awal, proses sudah sesuai SOP dan juknis. Namun demikian, kami tetap akan mendalami lebih jauh berdasarkan hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan dan kepolisian,” jelasnya.

Meski begitu, Rosidian menegaskan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Hal ini lantaran adanya rentang waktu antara konsumsi makanan MBG pada Jumat siang dengan munculnya gejala keracunan pada Sabtu pagi.

“Kami belum bisa memastikan apakah seluruh kasus murni berasal dari menu MBG atau ada faktor makanan lain yang dikonsumsi sebelumnya,” ungkapnya.

Terkait keberlanjutan distribusi MBG bagi penerima manfaat lainnya, pihak BGN Mojokerto akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat guna mempertimbangkan pengalihan layanan ke SPPG lain.

Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo menegaskan bahwa investigasi tidak hanya difokuskan pada satu dapur layanan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh aspek operasional SPPG.

“Bukan hanya SPPG ini saja, tetapi seluruhnya akan kami kaji ulang. Investigasi gabungan akan melibatkan Dinkes, BGN, dan kepolisian,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id