LenteraInspiratif.id – Fenomena maraknya judi online di kalangan remaja kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas ini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga pelajar yang dengan mudah mengakses platform perjudian melalui gawai pribadi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, siapa yang harus bertanggung jawab atas meningkatnya kasus tersebut?
Secara faktual, peningkatan kasus judi online di kalangan remaja terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kemudahan akses internet, minimnya pengawasan, serta promosi yang masif melalui media sosial menjadi faktor utama yang mendorong keterlibatan mereka. Remaja, yang secara psikologis masih dalam tahap pencarian jati diri, cenderung mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan tanpa memahami risiko yang mengintai.
Berdasarkan pengamatan berbagai pihak, lonjakan signifikan terjadi sejak beberapa tahun terakhir, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan penggunaan smartphone di kalangan pelajar. Situasi ini diperparah dengan munculnya berbagai situs dan aplikasi ilegal yang sulit dibendung.
Mayoritas dilakukan secara daring, baik di rumah, lingkungan sekolah, maupun tempat umum yang memiliki akses internet. Hal ini membuat praktik judi online sulit terdeteksi secara langsung, berbeda dengan perjudian konvensional yang memiliki lokasi fisik.
Selain faktor ekonomi dan rasa penasaran, pengaruh lingkungan pertemanan serta kurangnya edukasi mengenai bahaya judi menjadi penyebab utama. Banyak remaja yang awalnya hanya mencoba, namun berujung kecanduan hingga mengalami kerugian finansial dan gangguan mental.
Permasalahan ini tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak. Sekolah juga dituntut untuk memberikan pemahaman terkait literasi digital dan dampak negatif judi. Di sisi lain, pemerintah dan aparat penegak hukum harus memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku dan penyedia layanan judi online.
Dengan sinergi antara keluarga, pendidikan, dan pemerintah, diharapkan maraknya judi online di kalangan remaja dapat ditekan. Tanpa langkah konkret, generasi muda berisiko terjerumus lebih dalam pada praktik yang merugikan masa depan mereka.
Navaliska Putri












