EkonomiJawa Timur

Lonjakan Harga Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

×

Lonjakan Harga Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sebarkan artikel ini

LenteraInspiratif.id – Harga emas menunjukkan tren penguatan pada Februari 2026 seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Logam mulia kembali menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah tekanan inflasi, kebijakan suku bunga yang masih relatif ketat, serta dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga emas, baik di pasar internasional maupun domestik.

Di pasar global, harga emas bergerak di kisaran USD 2.100–2.200 per troy ounce sepanjang Februari 2026. Sementara itu, di pasar domestik, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) menunjukkan lonjakan signifikan pada awal Februari 2026. Pada periode 1–4 Februari 2026, harga emas Antam 1 gram sempat melampaui Rp3.000.000 per gram dan pada 4 Februari 2026 berada di kisaran Rp2.800.000 hingga Rp3.000.000-an per gram, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, antara lain pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga bank sentral global, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Pelemahan mata uang di sejumlah negara berkembang turut mendorong harga emas domestik menjadi lebih mahal, mengingat harga emas dunia ditetapkan dalam denominasi dolar AS.

Selain itu, ketidakpastian di pasar keuangan global membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman. Ketika pasar saham berfluktuasi dan imbal hasil obligasi belum sepenuhnya stabil, emas kembali menegaskan perannya sebagai penyimpan nilai. Fenomena ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang di tengah kondisi ekonomi global yang masih rentan.

Dari sisi konsumsi, tingginya harga emas mulai memengaruhi perilaku masyarakat. Penjualan emas perhiasan cenderung melambat akibat harga yang semakin tinggi, sementara permintaan emas batangan justru mengalami peningkatan. Kondisi ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat yang kini lebih memandang emas sebagai instrumen investasi dibandingkan sebagai barang konsumsi.

Ke depan, pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan inflasi global, stabilitas geopolitik, serta arah kebijakan moneter negara-negara besar. Selama ketidakpastian ekonomi dunia masih berlangsung, harga emas diperkirakan akan bertahan pada level tinggi. Lonjakan harga emas pada Februari 2026 pun menjadi cerminan meningkatnya kewaspadaan pelaku ekonomi terhadap dinamika perekonomian global.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id