LenteraInspiratif.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung isu percepatan kendaraan listrik dalam forum “Presiden Prabowo Menjawab (Part 2)” di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (22/3/2026). Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah mendorong transisi energi dan transportasi nasional.
Dalam ucapannya, Prabowo menekankan kebijakan ini dianggap sebagai langkah yang cerdas untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri serta meningkatkan kemandirian sektor energi dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih terlalu tergantung pada impor BBM yang berpengaruh pada kestabilan ekonomi.
“Kalau kita hitung, biaya operasional kendaraan listrik bisa jauh lebih hemat. Ini akan membantu rakyat,” katanya.
Selain itu, Prabowo juga menekankan bahwa kendaraan listrik menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Ia menyebut biaya operasional kendaraan listrik dapat ditekan secara signifikan, sehingga memberi keuntungan langsung bagi masyarakat.
Presiden Republik Indonesia tersebut juga mengatakan bahwa secepatnya Indonesia akan memiliki tenaga surya 100 GW dalam kurun waktu dua tahun sebagai bagian dari transisi menuju energi terbarukan. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan energi bersih sebagai sumber listrik bagi kendaraan tersebut.
“Kita harus berani beralih. Kita tidak boleh terus bergantung pada impor BBM dari luar negeri,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, pemerintah berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Inisiatif ini termasuk pembangunan pabrik untuk mobil dan motor listrik sebagai bagian dari rencana industrialisasi nasional.
Dalam kebijakan yang dirancang, kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak tetap diizinkan, tetapi akan diarahkan tanpa dukungan dana, khususnya untuk kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan finansial. Harapannya, kebijakan ini dapat mempercepat lebih banyak orang menggunakan kendaraan listrik.
Dengan berbagai langkah yang diambil, pemerintah percaya bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik di masa yang akan datang, sekaligus mewujudkan kemandirian energi yang selama ini menjadi tantangan signifikan bagi negara. (Fsa)











