Lentera Inspiratif, Mojokerto- Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan setiap malam di bulan Ramadan. Banyak riwayat populer di masyarakat menyebutkan bahwa pada malam ke-12, orang yang melaksanakan Tarawih akan mendapatkan keutamaan berupa wajah yang bercahaya di hari kiamat.
Secara umum, keutamaan ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an tentang wajah orang beriman yang berseri-seri pada hari kiamat. Dalam Surah Al-Qiyamah ayat 22–23 disebutkan:
“Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat.”
Selain itu, Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Muhammad yang dicatat oleh Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi dasar kuat anjuran melaksanakan sholat malam di bulan Ramadan, termasuk Tarawih. Namun, penting dicatat bahwa riwayat yang merinci keutamaan khusus setiap malam Tarawih (malam pertama hingga malam ke-30) banyak dinilai lemah (dhaif) oleh para ulama hadis.
Meski demikian, semangat di balik pesan tersebut tetap mengandung motivasi kebaikan. Cahaya di hari kiamat merupakan simbol kemuliaan dan keselamatan bagi orang-orang yang beriman dan istiqamah dalam ibadah.
Dengan demikian, melaksanakan Sholat Tarawih malam ke-12 hendaknya dimaknai sebagai bagian dari ikhtiar memperbanyak amal shalih di bulan Ramadan, dengan harapan kelak termasuk golongan yang wajahnya bercahaya di hadapan Allah SWT.
Yulia Lauranza











