Lentera Inspiratif, Mojokerto- Meraih fadhilah puasa hari ke-8 Ramadhan 1447 Hijriah menjadi salah satu cara umat Islam memaksimalkan ibadah di bulan suci. Keutamaan puasa pada hari kedelapan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat beribadah demi meraih kesempurnaan spiritual.
Melalui ibadah puasa, umat Islam tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dididik secara batin. Dari proses tersebut, diharapkan terbentuk derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari seluruh bentuk ibadah.
Besarnya nilai pengampunan di bulan Ramadhan ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Pemahaman terhadap fadhilah puasa hari ke-8 Ramadhan 1447 H diharapkan dapat mendorong umat Islam pada tahun 2026 untuk menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan. Setiap waktu luang pun diharapkan dimanfaatkan sebagai ladang amal melalui zikir dan membaca Al-Qur’an.
Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Dalam Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, dijelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan. Disebutkan bahwa keutamaan puasa hari ke-8 Ramadhan adalah Allah SWT memberikan pahala setara dengan pahala enam puluh ribu ahli ibadah dan enam puluh ribu orang zuhud.
Selain itu, Allah SWT juga memberikan kebaikan sebagaimana yang dianugerahkan kepada Nabi Ibrahim AS.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya, dalam taushiyahnya menjelaskan sabda Rasulullah SAW terkait datangnya bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya surga telah berhias diri untuk Ramadhan sejak awal tahun hingga akhir tahun. Hingga ketika tiba hari pertama bulan Ramadhan, bertiuplah angin dari bawah ‘Arasy yang menghempaskan dedaunan taman-taman di surga.”











