Lentera Inspiratif, Mojokerto- Shalat Tarawih menjadi ibadah istimewa di bulan Ramadhan. Setiap malamnya disebut memiliki keutamaan tersendiri. Pada malam ke-7, dalam sejumlah riwayat yang beredar di tengah masyarakat, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Tarawih akan memperoleh pahala seolah-olah ia membela Nabi Musa AS dalam menghadapi kezaliman Fir’aun dan Haman.
Kisah Nabi Musa AS Melawan Fir’aun
Perjuangan Nabi Musa AS dalam melawan kezaliman Fir’aun diabadikan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Qashash ayat 4. Fir’aun digambarkan sebagai penguasa zalim yang menindas Bani Israil. Sosok Haman disebut sebagai pembesar dan orang kepercayaan Fir’aun yang turut memperkuat kekuasaannya (QS. Al-Qashash: 6 dan 38).
Kisah ini juga banyak dijelaskan dalam kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir yang menerangkan bagaimana Nabi Musa AS berdakwah dengan penuh keberanian menghadapi kekuasaan tirani.
Makna Fadhilah Malam ke-7
Keutamaan malam ke-7 ini memberi pesan moral yang kuat. Membela Nabi Musa AS secara maknawi berarti:
* Berani menegakkan kebenaran
* Menolak kezaliman
* Tetap istiqamah dalam iman
* Sabar menghadapi ujian
Dengan menjalankan shalat Tarawih secara khusyuk, seorang Muslim diharapkan meneladani semangat perjuangan Nabi Musa AS dalam mempertahankan tauhid.
Sumber dan Penjelasan Hadis
Riwayat tentang fadhilah Tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 banyak dinukil dalam kitab *Durratun Nasihin* karya Utsman bin Hasan al-Khubbawi. Namun, para ulama hadis menjelaskan bahwa sebagian besar riwayat tersebut berstatus dhaif (lemah) bahkan ada yang maudhu’ (palsu).
Di antaranya, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dan para ahli hadis lainnya menegaskan bahwa tidak ada hadis shahih yang merinci keutamaan Tarawih secara berbeda pada setiap malam.
Adapun dalil umum tentang keutamaan qiyam Ramadhan adalah sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj)
Hadis shahih ini menjadi landasan kuat keutamaan shalat Tarawih secara umum tanpa pengkhususan malam tertentu.
Fadhilah shalat Tarawih malam ke-7 yang menyebut pahala seperti membela Nabi Musa AS melawan Fir’aun dan Haman dapat dijadikan sebagai motivasi spiritual. Namun, penting untuk memahami bahwa riwayat tersebut tidak memiliki derajat hadis shahih.
Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjalankan qiyam Ramadhan. Karena pada hakikatnya, setiap rakaat Tarawih adalah bentuk perjuangan melawan hawa nafsu dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.











