Lentera Inspiratif, Mojokerto- Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan suci Ramadhan. Setiap malamnya diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Pada malam ke-10, disebutkan bahwa Allah SWT akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi dasar utama keutamaan Sholat Tarawih secara umum, termasuk pada malam ke-10. Sementara itu, keterangan tentang fadhilah khusus setiap malam Tarawih banyak ditemukan dalam kitab-kitab seperti Durratun Nasihin karya Utsman bin Hasan al-Khaubawi. Namun para ulama menjelaskan bahwa riwayat tentang keutamaan spesifik tiap malam umumnya berstatus lemah (dhaif), sehingga sebaiknya dipahami sebagai motivasi spiritual, bukan dalil utama.
Secara makna, “kebaikan di dunia dan akhirat” selaras dengan doa yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201 yang memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Artinya, orang yang istiqamah menjalankan Tarawih berpeluang mendapatkan keberkahan hidup, ketenangan hati, kelapangan rezeki, serta keselamatan di akhirat.
Berdasarkan data Kementerian Agama RI, partisipasi umat Islam Indonesia dalam ibadah Ramadhan, termasuk Tarawih, selalu meningkat setiap tahunnya, menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam meraih pahala dan keberkahan bulan suci.
Dengan demikian, malam ke-10 menjadi momentum untuk semakin menguatkan ibadah, memperbaiki niat, dan menjaga konsistensi hingga akhir Ramadhan. Sebab pada dasarnya, setiap rakaat Tarawih adalah investasi kebaikan yang balasannya melampaui kehidupan dunia menuju kebahagiaan akhirat.











