Lentera Inspiratif, Mojokerto- Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, salah satunya melalui shalat Tarawih. Dalam sejumlah riwayat yang beredar di tengah masyarakat, disebutkan bahwa pada malam kelima Ramadhan, Allah SWT memberikan pahala seperti pahala orang yang melaksanakan shalat di tiga masjid suci, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
Ketiga masjid tersebut memang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam. Dalam hadis sahih riwayat Muhammad yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa shalat di Masjidil Haram lebih utama dibandingkan shalat di masjid lain sebanyak 100.000 kali lipat, shalat di Masjid Nabawi lebih utama 1.000 kali lipat, dan shalat di Masjid Al-Aqsa lebih utama 500 kali lipat (HR. Ahmad dan lainnya).
Adapun riwayat tentang keutamaan khusus Tarawih malam ke-5 ini kerap dinukil dalam kitab Durratun Nasihin karya Utsman bin Hasan al-Khaubawi. Namun, para ulama hadis menjelaskan bahwa hadis-hadis yang merinci keutamaan Tarawih setiap malam secara spesifik termasuk malam kelima berstatus dhaif (lemah) bahkan sebagian dinilai maudhu’ (palsu), sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum. Meski demikian, secara umum shalat Tarawih tetap memiliki keutamaan besar sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, meskipun riwayat tentang pahala malam kelima perlu disikapi dengan hati-hati, semangat untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan melalui shalat Tarawih tetap dianjurkan. Sebab, setiap rakaat yang ditegakkan dengan keikhlasan akan mendatangkan pahala dan ampunan dari Allah SWT.













