LenteraInspiratif.id – Pemerintah kembali menyiapkan sejumlah langkah strategis menjelang Idulfitri 2026 untuk menjaga stabilitas harga sembako di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil agar masyarakat tetap bisa menikmati suasana lebaran tanpa harus khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasa terjadi menjelang hari raya.
Upaya ini dilakukan melalui Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) yang terdiri dari unsur Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Bareskrim Polri. Kolaborasi lintas lembaga ini bertujuan untuk memastikan pasokan dan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta harga tetap terkendali.
Strategi Pemerintah Menjaga Harga Sembako
Menjelang Idulfitri 2026, berbagai komoditas strategis seperti beras, daging ayam, telur, cabai, dan minyak goreng menjadi fokus utama. Kenaikan harga salah satu dari komoditas ini bisa langsung memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
Oleh karena itu, pemerintah tidak main-main dalam memantau pergerakan harga. Presiden bahkan turut memantau langsung perkembangan harga sembako melalui rapat terbatas yang dihadiri jajaran kabinet terkait. Ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas harga sebagai bagian dari ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
1. Monitoring Harga di Pasar Tradisional dan Modern
Langkah pertama yang dilakukan adalah pemantauan harga secara real time di pasar-pasar tradisional maupun modern. Data dikumpulkan setiap hari dan dianalisis untuk mendeteksi adanya fluktuasi harga yang tidak wajar.
2. Operasi Pasar dan Distribusi Langsung
Jika ditemukan harga yang melonjak, Satgas Pangan akan melakukan operasi pasar. Langkah ini melibatkan pendistribusian sembako secara Langsung ke pasar-pasar dengan harga yang lebih terjangkau. Biasanya, komoditas yang disalurkan adalah beras premium, minyak goreng, dan gula pasir.
3. Penindakan Terhadap Praktik Monopoli atau Spekulasi
Bareskrim Polri turut berperan dalam mengamankan rantai distribusi sembako. Jika ditemukan indikasi praktik monopoli, pengumpulan stok ilegal, atau spekulasi harga, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan menindak tegas pelanggarnya.
Berikut daftar harga rata-rata bahan pokok di Jawa Timur:
- Beras Premium: Rp 14.882/kg
- Beras Medium: Rp 12.888/kg
- Gula kristal putih: Rp 17.054/kg
- Minyak goreng curah: Rp 19.200/kg
- Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.700/liter
- Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.582/liter
- Minyak goreng Minyakita: Rp 16.116/liter
- Daging sapi paha belakang: Rp 126.412/kg
- Daging ayam ras: Rp 41.496/kg
- Daging ayam kampung: Rp 72.696/kg
- Telur ayam ras: Rp 29.701/kg
- Telur ayam kampung: Rp 46.630/kg
- Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.625 / 370 gr
- Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.640/ 370 gr
- Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.694 / 400 gr
- Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.780 / 400 gr
- Garam bata: Rp 1.926
- Garam halus: Rp 9.375/kg
- Cabai merah keriting: Rp 40.198/kg
- Cabai merah besar: Rp 43.004/kg
- Cabai rawit merah: Rp 88.642/kg
- Bawang merah: Rp 36.869/kg
- Bawang putih: Rp 31.387/kg
- Gas elpiji: Rp 20.125
Kenaikan harga bahan pokok diperkirakan masih akan terus terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Pemerintah pun terus memantau perkembangan harga agar tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat. (Nva)












