EkonomiJawa Timur

Harga Sembako Jawa Timur Relatif Stabil, Cabe Rawit dan Ketela Pohon Alami Lonjakan

×

Harga Sembako Jawa Timur Relatif Stabil, Cabe Rawit dan Ketela Pohon Alami Lonjakan

Sebarkan artikel ini
Harga cabai, bawang, Situbondo
Pedagang Cabai di pasar tradisional Situbondo

Lenterainspiratif.id | Jawa Timur – Perkembangan harga bahan pokok di tingkat konsumen Jawa Timur terpantau relatif stabil pada Selasa, 4 Februari 2026. Berdasarkan data rata-rata provinsi per pukul 11.16 WIB, sebagian besar komoditas mengalami fluktuasi ringan, meski beberapa bahan mencatatkan kenaikan cukup signifikan.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabe rawit merah yang melonjak 4,12 persen atau naik Rp2.792 per kilogram, dari sebelumnya Rp67.729 menjadi Rp70.521 per kilogram. Selain itu, ketela pohon juga mengalami kenaikan tajam sebesar 3,49 persen, dari Rp4.985 menjadi Rp5.160 per kilogram.

Sementara itu, harga cabe merah besar turut naik cukup tinggi sebesar 1,79 persen menjadi Rp27.788 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beberapa komoditas protein hewani seperti daging ayam ras yang naik 0,39 persen dan telur ayam ras sebesar 0,40 persen.

Di sisi lain, sejumlah bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Beras premium tercatat turun tipis 0,09 persen menjadi Rp14.820 per kilogram, sedangkan beras medium turun 0,02 persen menjadi Rp12.885 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada minyak goreng kemasan, termasuk Minyakita yang turun 0,31 persen.

Komoditas hortikultura seperti bawang merah, tomat, kentang, wortel, dan buncis relatif stabil dengan kecenderungan penurunan tipis. Harga bawang merah turun 0,08 persen, sedangkan tomat merah turun 0,35 persen.

Untuk sektor non-pangan, harga sejumlah material bangunan seperti besi beton, paku, kayu meranti, dan semen sebagian besar mengalami penurunan, meski semen Padang justru mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 1,47 persen.

Sementara itu, harga pupuk non subsidi cenderung menurun, terutama pupuk KCL yang turun paling dalam sebesar 2,22 persen, disusul pupuk NPK dan Urea yang masing-masing turun 0,96 persen.

Secara umum, kondisi harga kebutuhan pokok di Jawa Timur masih terjaga dan belum menunjukkan gejolak ekstrem. Namun, kenaikan signifikan pada komoditas tertentu seperti cabe rawit perlu menjadi perhatian menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id