Jawa Timur, LenteraInspiratif.id – Harga bahan pokok di Provinsi Jawa Timur pada Senin, 2 Februari 2026, terpantau relatif stabil pada sebagian besar komoditas utama. Namun demikian, cabai rawit merah kembali mengalami lonjakan signifikan dan menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi di tingkat konsumen.
Berdasarkan data harga rata-rata provinsi, cabai rawit merah naik tajam sebesar Rp2.706 atau 4,37 persen, dari Rp61.878 menjadi Rp64.584 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang naik Rp269 atau 1,01 persen menjadi Rp27.014 per kilogram, serta cabai merah keriting yang naik Rp211 atau 0,73 persen menjadi Rp29.011 per kilogram. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh pasokan yang terbatas akibat faktor cuaca di sejumlah daerah sentra produksi.
Sementara itu, harga beras terpantau stabil. Beras premium tidak mengalami perubahan dan tetap di angka Rp14.839 per kilogram. Beras medium hanya naik tipis Rp2 menjadi Rp12.889 per kilogram. Harga gula kristal putih justru turun tipis Rp9 atau 0,05 persen menjadi Rp16.522 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, pergerakan harga cenderung landai. Minyak goreng curah naik tipis Rp9, sedangkan MINYAKITA mengalami penurunan Rp22 atau 0,13 persen. Harga minyak goreng kemasan sederhana tercatat stagnan.
Pada sektor protein hewani, harga relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Daging sapi paha belakang, daging ayam kampung, dan telur ayam kampung tercatat stabil. Telur ayam ras justru turun tipis Rp19 menjadi Rp27.253 per kilogram.
Komoditas bawang merah kembali mengalami kenaikan Rp473 atau 1,41 persen menjadi Rp34.114 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih sinco/honan turun tipis Rp57 menjadi Rp32.555 per kilogram.
Untuk sayur mayur, harga bergerak variatif. Kol/kubis, kentang, dan buncis mengalami kenaikan, sementara wortel turun cukup dalam sebesar 1,01 persen. Pada kelompok ikan segar, seluruh jenis ikan tercatat mengalami kenaikan harga meski masih dalam rentang wajar.
Secara umum, stabilitas harga beras dan protein hewani memberikan sedikit ruang lega bagi konsumen, meski lonjakan harga cabai rawit merah tetap menjadi perhatian utama menjelang pertengahan Februari 2026.









