Lenterainspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur kembali mengalami pergerakan pada Sabtu (8/8/2026). Berdasarkan pantauan situs resmi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, harga cabai merah keriting, cabai merah besar, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini.
Dalam data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen per 8 Agustus 2026, harga cabai merah keriting naik Rp222 atau 0,65 persen menjadi Rp34.586 per kilogram. Cabai merah besar juga naik Rp134 atau 0,39 persen menjadi Rp34.163 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah justru mengalami penurunan tipis Rp99 atau 0,22 persen. Harganya kini berada di level Rp45.158 per kilogram.
Pergerakan berbeda terjadi pada komoditas bawang. Harga bawang merah turun Rp75 atau 0,26 persen menjadi Rp28.658 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih Sinco/Honan naik Rp94 atau 0,32 persen menjadi Rp29.915 per kilogram.
Pada kelompok beras, harga beras premium turun tipis Rp3 menjadi Rp15.025 per kilogram, sedangkan beras medium naik Rp3 menjadi Rp13.004 per kilogram.
Harga gula kristal putih juga turun Rp10 atau 0,06 persen menjadi Rp17.119 per kilogram. Minyak goreng curah turun Rp34 menjadi Rp20.258 per kilogram, sedangkan Minyakita turun Rp30 menjadi Rp16.109 per liter.
Untuk minyak goreng kemasan premium, harga justru naik Rp21 atau 0,10 persen menjadi Rp21.810 per liter. Sementara minyak goreng kemasan sederhana turun Rp13 menjadi Rp18.682 per liter.
Di kelompok daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp225 atau 0,18 persen menjadi Rp128.484 per kilogram. Daging ayam ras juga naik Rp28 menjadi Rp35.619 per kilogram. Sementara harga daging ayam kampung turun Rp199 menjadi Rp69.912 per ekor.
Harga telur ayam ras naik Rp49 atau 0,21 persen menjadi Rp23.862 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung meningkat Rp77 menjadi Rp45.949 per kilogram.
Komoditas kedelai juga mengalami kenaikan. Harga kedelai impor naik Rp103 atau 0,82 persen menjadi Rp12.669 per kilogram, sementara kedelai lokal meningkat Rp162 atau 1,24 persen menjadi Rp13.293 per kilogram.
Di kelompok sayuran, mayoritas komoditas mengalami penurunan. Harga wortel turun Rp137 atau 0,90 persen menjadi Rp14.978 per kilogram. Harga kol/kubis turun Rp52 menjadi Rp8.046 per kilogram, kentang turun Rp23 menjadi Rp15.624 per kilogram, dan tomat merah turun Rp26 menjadi Rp6.333 per kilogram.
Harga buncis menjadi salah satu sayuran yang mengalami kenaikan, yakni Rp15 atau 0,11 persen menjadi Rp13.801 per kilogram.
Sementara pada kelompok ikan segar, harga ikan bandeng naik Rp279 atau 0,81 persen menjadi Rp34.974 per kilogram. Ikan kembung naik Rp246 atau 0,68 persen menjadi Rp36.597 per kilogram, sedangkan ikan tongkol naik Rp182 atau 0,52 persen menjadi Rp35.147 per kilogram.
Harga ikan cakalang justru turun Rp162 atau 0,45 persen menjadi Rp35.643 per kilogram, sementara ikan tuna relatif stabil di Rp40.956 per kilogram.
Untuk komoditas kebutuhan lainnya, harga gas elpiji 3 kilogram naik tipis Rp7 menjadi Rp19.855 per kilogram. Sementara seluruh pupuk non-subsidi yang tercantum dalam data tidak mengalami perubahan harga.
Secara umum, harga bahan pokok di Jawa Timur pada 8 Agustus 2026 bergerak beragam. Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, terutama cabai merah, daging, telur, dan beberapa jenis ikan. Di sisi lain, beberapa sayuran, bawang merah, gula, serta minyak goreng tertentu mengalami penurunan.
Data harga tersebut mengacu pada pantauan harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen yang dipublikasikan melalui situs resmi Disperindag Jawa Timur.

