EkonomiJawa Timur

Harga Cabai Rawit Masih Tinggi, Kenaikan Harga Sembako di Jawa Timur Relatif Terkendali

Harga bahan pokok, Berita Pasuruan
Pedagang di Pasar Pasuruan

Jawa Timur, LenteraInspiratif.id – Pergerakan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen menunjukkan dinamika yang relatif stabil, meski sejumlah komoditas strategis masih mengalami kenaikan terbatas. Berdasarkan data Harga Rata-Rata Provinsi Jawa Timur di Tingkat Konsumen per Kamis (13/2/2026) pukul 13.02 WIB, fluktuasi harga terjadi pada beberapa bahan pangan utama, dengan cabai rawit tetap menjadi komoditas yang paling menyita perhatian masyarakat.

Pada kelompok cabai, harga cabai rawit merah tercatat Rp83.320 per kilogram, naik Rp136 atau 0,16 persen dibandingkan hari sebelumnya. Meski kenaikannya tipis, posisi harga cabai rawit masih tergolong tinggi dan berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi pelaku usaha kuliner dan pedagang makanan siap saji. Selain cabai rawit, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 1,55 persen menjadi Rp32.523 per kilogram, sedangkan cabai merah besar naik 0,74 persen ke level Rp30.079 per kilogram.

Sementara itu, komoditas beras menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil. Beras premium naik tipis 0,06 persen menjadi Rp14.855 per kilogram, sedangkan beras medium justru turun 0,06 persen ke angka Rp12.875 per kilogram. Kondisi ini mencerminkan pasokan beras yang relatif terjaga di tengah permintaan konsumen yang normal.

Pada sektor protein hewani, daging ayam ras mengalami kenaikan 0,74 persen menjadi Rp39.603 per kilogram, sedangkan daging sapi paha belakang relatif stabil dengan penurunan tipis 0,03 persen. Harga telur ayam ras dan telur ayam kampung juga terpantau naik tipis, masing-masing 0,22 persen dan 0,20 persen.

Komoditas minyak goreng bergerak variatif. Minyak goreng kemasan premium naik 0,15 persen, sementara Minyakita justru turun 0,27 persen menjadi Rp16.152 per liter. Penurunan Minyakita ini memberi sedikit ruang napas bagi masyarakat, meski belum cukup menahan dampak mahalnya cabai rawit di pasar.

Pengamat pasar menilai, tingginya harga cabai rawit dipengaruhi oleh faktor cuaca yang belum sepenuhnya stabil serta distribusi dari sentra produksi yang masih beradaptasi. Ke depan, pengendalian pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci agar harga cabai rawit tidak kembali melonjak tajam dan memicu inflasi pangan di daerah.

Exit mobile version