
TERNATE – Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam menggelar Seminar Hukum dan Ekonomi Islam dengan bertajuk “Ekonomi Syariah Dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara di Era Revolusi Industri 4.0”, Selasa (15/10) kemarin. Penunjukan yang berlangsung di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Aula Rektorat Lantai II (dua), Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. Adapun dalam kegiatan ini yang dihadiri oleh Rektor IAIN Ternate Dr. Hi. Samlan Hi. Ahmad, Prof. Dr. Arfin Hamid, S.H.,M.H (Warek I Universitas Islam Makasar), Dr. Basaria Nainggolan, M.Ag (Dekan FSEI), Kepala Cabang BI Maluku Utara, Pimpinan-pimpinan Bank Syariah se Kota Ternate, Dosen FSEI, Ketua Dema FSEI, Ketua-Ketua HMJ se-FSEI dan puluhan Mahasiswa Se-FSEI IAIN Ternate. Kegiatan diskusi ini dibuka langsung oleh Rektor Hi. Samlan Hi. Ahmad.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Arifin Hamid, S.H.,M.H Warek I Universitas Islam Makasar dan juga sebagai narasumber saat ditemui oleh LenteraInspirasi.com pada usai kegiatan mengatakan, di era digital sekarang ini ajaran Islam juga harus mampu menyesuaikan diri agar IPTEK yang berkembang itu bisa dimanfaatkan dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, terutama dibidang ekonomi, “ungkapnya
“Ekonomi di Indonesia memang terbagi menjadi dua ada yang masih menggunakan konfensional dan ada sudah ada yang beralih ke sistem syariah yaitu ekonomi syaraiah, itu kita genjor terus agar bisa menjadi keharusan bagi umat Islam sebagai perintah Al-Qur’an dan sebagai perintah Rasulullah”.
Lanjut, Arifin berekonomi syariah itu penting, karena hal ini lebih menonjol pada prinsip-prinsip nilai-nilai Islam itu sendiri, apalagi sekarang ini kita diperhadapkan dengan berbagai macam persoalan, baik itu dari sisi pendidikannya, ekonomi dan budaya, “katanya.
Potensi di Indonesia, khususnya di Kota Ternate mayoritasnya Muslim, jadi baik sekali cara hidupnya sesuai dengan Al-Qur’an dengan perintah Rasulullah dan itu relevan dengan perintah Al-Qur’an. Karena dalam ekonomi syariah itu harus berperilaku jujur, tidak boleh melakukan manipulasi, tidak bole ada curang. Berarti secara otomatis tidak hanya umat Islam yang menikmati, tetapi juga ada orang-orang Non-muslim yang menikmati ekonomi syariah itu, ujar Arfin kepada LenteraInspirasi.com
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ternate Basaria Nainggolan mengatakan bahwa secara pribadi saya sangat mengapresiasi seminar ini, karena hal ini kita bisa menyikapi perubahan dari revolusi industri dari 4.0, agar bisa menjadi kesiapan bagi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam khususnya di prodi perbankan syariah dan ekonomi syariah, “ungkapnya
“Jika kita tidak menyiapkan berarti produk-produk yang diaplikasikan tidak sesuai dengan perkembangan zaman, karena revolusi industri 4.0 ini menitip beratkan kepada internet dan media sosial itu harus mulai kita gencarkan”.
Menurutnya, untuk itu mahasiswa syariah kedepannya harus bergerak dimedia sosial dan internet. Selain itu juga, upaya kami dari FSEI sendiri kita akan memasukan mata kuliah yang lebih fokus pada perkembangan zaman saat ini atau disebut dengan revolusi industri 4.0 ini, yang berbicara pada konteks ekonomi Islam “ujarnya
Ia menambahkan bahwa dengan memasukan mata kuliah yang sesuai denga perkembangan saat ini, maka kedepan generasi kita lebih di fokuskan pada revolusi industri saat ini (4.0) itu, jika mata kuliah tersebut terlambat dimasukan maka alumni kita tidak bisa diserap oleh pasaran, misalnya mata kuliah yang menonjolnya ke interpresip dimedia sosial itu sebagai salah satu mata kuliah, jika tidak maka kita akan tergilas pada perkembangan zaman, pungkas Ibu cantik kepada LenteraInspirasi.com
Selain itu, Basaria berharap semoga dengan kegiatan ini motivasi kita untuk mengembangkan ekonomi syariah dan membumikan ekonomi syariah, terutama menghadapi era sekarang dan juga kita merekomendasikan ke stekholder terkait, karena tadi juga yang hadir pimpinan-pimpinan bank untuk sama-sama menggelorakan atau mempromosikan agar perbankan syariah itu bisa membumi di bumi Miliki Kue Raha ini, harapnya (Atir)






