
Lenterainspiratif.com | Mojokerto – Hari Mulyono (50) pelaku pembacokan pengusaha rongsokan yang tak lain tetangganya sendiri di Dusun Sidoduwe, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Ternyata mengalami gangguan jiwa dan terkenal kerap memukuli saudaranya sendiri serta warga di sekitar tempat tinggalnya.
Hari membacok Sutiman (61) tetangganya sendiri hingga tewas dengan luka bacok di leher, dada dan punggung. Rumah Hari dan Sutiman hanya berjarak 20 meter sehingga mereka masih beralamat di satu RT, yakni RT 1 RW 1 Dusun Sidoduwe.
Ketua RT setempat, Widodo menuturkan bahwa Hari mengalami gangguan jiwa dan sering keluar masuk RS Menur untuk mendapat perawatan. Bahkan Hari sudah 3 kali mendapat perawatan di RSJ yakni di RSJ Menur dua kali dan satu kali di RSJ Lawang di Malang.
“Pelaku pernah kerja di Sutiman. Dia (Hari) stres masuk Menur (Rumah Sakit Jiwa Menur di Surabaya), lalu tidak kerja lagi,” kata Ketua RT 1 Widodo, Selasa (1/9/2020).
“Terakhir keluar dari RSJ Menur sekitar setahun lalu,” ungkap Widodo.
Kasmun (54) tetangga dekat Hari menuturkan, Hari mulai mengalami gangguan jiwa sejak menikah dan memiliki dua anak. Namun Kasmun tidak mengetahui penyebab pasti penyebab Hari mengalami gangguan jiwa.
“Dia punya sertifikat dari rumah sakit jiwa. Sering mengamuk ke keluarga dan tetangga,” terangnya.
Hal yang sama dikatakan Ngateno (55), warga RT 1 Dusun Sidoduwe. Menurut dia, Hari kerap menyerang saudaranya sendiri dan warga di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan, bapak dua anak itu akan terus mengincar orang yang membuatnya sakit hati.
“Kalau ada masalah, sudah diancam ya diincar terus sampai kena. Sudah sering memukuli tetangga dan saudaranya sendiri, biasanya pakai tangan kosong,” jelasnya.
Kompol Suharyoni Kapolsek Jetis blm dapat memastikan kondisi kejiwaan Hari, sudah normal atau belum, untuk itu pihaknya akan melakukan pemeriksaan pada Hari.
“Soal gangguan jiwa masih kami dalami karena harus dibuktikan ahli kejiwaan apakah yang bersangkutan mengalami depresi atau tidak,” tandasnya.
Maratua Sholihah Putri korban, Maratus Sholihah mengatakan Hari pernah bekerja di gudang rongsokan milik ayahnya. Namun, bapak dua anak itu dipecat lantaran kinerjanya dinilai buruk. Hari lantas kembali melamar kerja ke korban.
“Mungkin pelaku tersinggung sama omongannya bapak. Saat pelaku mau kerja kembali, tak dibolehin bapak. Dia mungkin sakit hati,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Hari penganiayaan tetangganya sendiri yang juga merupakan mantan majikannya menggunakan celurit hingga tewas dengan luka bacok di leher, dada dan punggu.
Peristiwa itu terjadi di jalan depan rumah Hari di RT 1 RW 1, Dusun Sidoduwe sekitar pukul 18.00 WIB, saat itu korban tengah melintas di depan rumah Hari, hendak pergi membeli bensin dengan mengendarai motor Varionya seorang diri.
Hari yang tengah duduk di depan rumahnya sambil membawa celurit tiba-tiba lari menghampiri korban membacoknya tanpa alasan yang jelas, Sutiman kemudian dilarikan kerumah sakit namun nyawanya tidak dapat di tolong, ia pun dinyatakan meninggal dunia di RS Cita Medika, kecamatan Tarik, Sidoarjo. (lai)












