Lentera Inspiratif, Mojokerto- Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh keistimewaan karena Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya seluas-luasnya dan melipatgandakan pahala bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa sesuai syariat dan adabnya.
Memasuki hari ke-6 puasa Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah dan berlomba-lomba meraih keberkahan bulan suci. Pemahaman tentang fadhilah atau keutamaan puasa Ramadhan hari ke-6 diharapkan dapat memotivasi umat Muslim untuk terus menjaga semangat beribadah hingga akhir Ramadhan.
Puasa tidak hanya melatih ketahanan fisik, tetapi juga mendidik jiwa agar mencapai derajat ketakwaan sebagai tujuan utama ibadah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan mengetahui keutamaan puasa hari ke-6 Ramadhan 1447 H, umat Islam diharapkan dapat menjalani sisa Ramadhan 2026 dengan penuh keikhlasan serta memanfaatkan waktu luang untuk memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an.
Fadhilah Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H
Dalam Kitab *Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah* karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi disebutkan bahwa keutamaan puasa hari ke-6 Ramadhan adalah Allah SWT memberikan kepada hamba-Nya surga Darus Salam yang terdiri dari seratus ribu kota.
Setiap kota memiliki seratus perkampungan, setiap perkampungan memiliki seratus ribu rumah, dan di setiap rumah terdapat seratus ribu tempat tidur dari emas dengan panjang seribu hasta. Di atas tempat tidur tersebut terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan merah, serta setiap bidadari didampingi seratus pelayan.
Pahala Puasa Hari ke-6 Seperti Orang Bertawaf
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya, dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW terkait keutamaan bulan Ramadhan.
Disebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril AS turun ke bumi bersama para malaikat lainnya secara berkelompok dengan membawa panji berwarna hijau.













