Lentera Inspiratif, Mojokerto- Suasana Dusun Mrisen, Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mendadak panik saat api melalap dua kandang ayam pedaging pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 17.55 WIB. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga sekitar berhamburan dan berupaya menyelamatkan ternak yang masih bisa dijangkau.
Laporan kejadian segera diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah yang terus membakar bangunan berbahan mudah terbakar tersebut.
Komandan Regu Pos 1 Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, menjelaskan bahwa proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena konstruksi kandang didominasi material ringan yang cepat tersulut api. Selain itu, kepadatan ternak di dalam kandang juga menyulitkan proses penanganan.
“Api baru bisa dipastikan padam total menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 WIB. Setelah itu kami lakukan pembasahan agar tidak muncul bara api,” terangnya, Minggu (22/2/2026).
Petugas pemadam tidak bekerja sendiri. Aparat kepolisian dan TNI dari wilayah setempat, relawan, hingga warga turut membantu pengamanan lokasi serta memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kandang.
Dua kandang milik Sumarni (83) dilaporkan hangus tanpa sisa. Sekitar 30 ribu ekor ayam pedaging berusia 1 sampai 4 hari mati dalam insiden tersebut. Area terdampak diperkirakan seluas kurang lebih 12 x 22 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka besar dan masih dalam proses pendataan.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Juanda, kondisi cuaca di Mojokerto saat kejadian terpantau berawan dan tidak disertai angin kencang, sehingga faktor cuaca diduga bukan menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (Yla)













