BeritaJawa Timur

Warga Binaan Lapas Mojokerto Unjuk Kreativitas Lewat Fashion Show dan Drama Perjuangan

×

Warga Binaan Lapas Mojokerto Unjuk Kreativitas Lewat Fashion Show dan Drama Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Seorang warga binaan Lapas Mojokerto tampil percaya diri mengenakan kostum megah bersayap

Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar perayaan meriah dalam rangka Hari Pahlawan dan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Ke-1 Tahun 2025, Rabu (26/11/2025). Berbagai kreasi warga binaan tampil memukau melalui fashion show dan drama perjuangan yang digelar di halaman lapas.

Sebanyak 10 penampilan dari 10 kamar warga binaan menjadi sorotan utama. Para peserta tampil dengan kostum unik dan bernilai artistik, mulai dari gaya compeni, busana daerah, hingga kostum megah bertema Garuda. Seluruh kostum dirancang dan dibuat sendiri oleh warga binaan menggunakan bahan sederhana namun dikreasikan secara kreatif.

 

Namun sorotan tak berhenti pada runway. Drama perjuangan yang dibawakan warga binaan justru mencuri perhatian karena disajikan dengan gaya jenaka. Di balik cerita tentang para tokoh kemerdekaan, para pemain menyelipkan adegan-adegan lucu yang membuat penonton tersenyum—bahkan tertawa lepas—tanpa menghilangkan pesan moral dan nilai sejarah yang ingin disampaikan.

Warga binaan membawakan drama perjuangan bernuansa komedi yang menggambarkan semangat pahlawan dengan cara yang segar dan menghibur

 

Keunikan gabungan fashion show dan drama humor tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bukti nyata bahwa warga binaan mampu berkembang ketika diberi ruang berkreativitas.

 

“Acara hari ini untuk menggelar dua kegiatan, yaitu Hari Pahlawan dan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Ke-1 Tahun 2025,” ujarnya.

 

Kadiyono menilai rangkaian acara yang ditampilkan warga binaan mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan efektif. Ia menyoroti bagaimana inovasi dalam fashion show dan drama komedi dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana ekspresi yang positif bagi warga binaan.

 

“Jadi tadi kita sama-sama lihat dan saksikan rangkaian acara hari ini. Mulai dari fashion show dan drama singkat tentang pahlawan sangat inovatif dan memberikan kita pemahaman bahwa warga binaan lembaga pemasyarakatan mampu berkreasi,” lanjutnya.

 

Ia menegaskan bahwa kreativitas warga binaan tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari pendampingan dan keteladanan para petugas pemasyarakatan. Menurutnya, ketika petugas memberikan contoh yang baik, warga binaan akan mengikuti dan terinspirasi menjadi pribadi yang lebih positif.

 

“Sepanjang para petugas mau memberikan yang terbaik bagi warga binaan, dan menjadi role model yang baik, maka warga binaan akan mengikuti menjadi baik,” tuturnya.

Para pemeran drama dari warga binaan menampilkan adegan penuh ekspresi yang memadukan unsur edukasi dan hiburan di panggung Lapas Mojokerto.

Kadiyono juga menyampaikan bahwa pembinaan di lapas harus mampu memberikan bekas baik yang dapat dibawa warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Ia berharap setiap hal positif yang diberikan selama masa pembinaan dapat menjadi modal perilaku setelah bebas nanti.

 

“Dan yang paling penting, semua hal-hal baik yang diajarkan Lapas Mojokerto mampu terekam sangat baik. Sehingga nantinya saat warga binaan kembali ke keluarga atau masyarakat bisa menunjukkan jika Lapas memberikan pembinaan agar menjadi lebih baik,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id