
HALUT – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) pada tahun 2019 mendatangkan, menargetkan akan memberikan kontribusi pada daerah. Kontribusi yang akan diberikan oleh PDAM sendiri pada daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD).
Untuk selama ini, PDAM Halut masih belum memberikan kontribusi sepenuhnya pada daerah, lantaran masih terganjalnya aset. Sebab, aset yang berupa bangunan sistem air bersih secara kepemilikan masih dimiliki oleh pemerintah pusat. Sehingga atas hal tersebut, berdampak pada pengelolaan dan pendapatan untuk kontribusi PAD Halut.
“Sejauh ini, kontribusi yang bisa kami berikan masih dalam bentuk pelayanan air bersih ke masyarakat. Tapi, kalau semua aset sudah diserahkan pada Pemkab Halut, maka pengelolaan keuangan akan berbeda dari sebelumnya. Laporan keuangan akhir tahun pasti ada keuntungan yang dapat menunjang PAD “beber Farid Iskandar saat ditemui wartawan media Lentera inspiratif.com, Selasa (06/11/2018).
Farid menjelaskan, tercatat ada 30 bangunan sistem air bersih yang dibangun oleh Pemerintah Pusat di Kabupaten Halmahera Utara dan masih menjadi aset Pemerintah Pusat. Dari 30 aset bangunan sistem air bersih, oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) baru menyerahkan 2 bangunan sistem air bersih ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halut. Untuk dua aset sendiri berada di Desa Kao dan Bori, Kecamatan Kao.
“Ada dua aset bangunan sistem air bersih yang diserahkan ke kami, kedua aset ini ada di kecamatan Kao yang dibangun pada tahun 2014, dan baru diserahkan, “jelasnya.
Ditanya soal kendala yang ada di lapangan, Farid mengungkapkan, lambatnya putaran air dalam penyuplaian juga berpengaruh pada putaran meteran pelanggan. “Ini juga berpengaruh pada pendapatan PDAM dalam tiap bulannya, “ungkapnya.
Masih kata Farid, meskipun banyak kendala yang ditemui, pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan pelayanan dan pengelolaan. Karena target pada tahun 2019 nanti, PDAM Halut sudah dapat memberikan kontribusi PAD ke Pemda Halut. Dan tentunya kontribusi itu sesuai dengan kemampuan.
“Melalui pembenahan, kami berupaya memberikan PAD. Sehingga, dalam belanja modal kesannya tidak hanya menerima, namun juga memberikan, “pungkasnya. (Mc/dit)






