Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Nuansa Ramadhan terasa semakin semarak di Kota Mojokerto. Sekitar 700 anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) ranting Kota Mojokerto menggelar kegiatan sosial dan budaya dengan menampilkan kesenian Reog Ponorogo sekaligus membagikan takjil kepada pengguna jalan, Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Kuwung, Kelurahan Meri, Kota Mojokerto itu menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Acara diawali dengan penampilan Reog Ponorogo yang dipimpin langsung oleh Ketua Cabang PSHW Tunas Muda Mojokerto, Siswanto, yang juga merupakan pimpinan kelompok Reog Shatrio Tunas Muda. Pertunjukan budaya tersebut disaksikan ratusan anggota pencak silat serta masyarakat sekitar.
Setelah pentas budaya selesai, ratusan anggota PSHW Tunas Muda kemudian turun ke jalan untuk membagikan takjil kepada warga dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Siswanto mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai keimanan para anggota di bulan Ramadhan, tetapi juga sebagai wujud nyata pelestarian budaya bangsa.
“Kegiatan ini untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap visi Kota Mojokerto sebagai kota wisata sejarah dan budaya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tetap menjaga ketertiban setelah kegiatan berlangsung. Para anggota diminta tidak melakukan konvoi maupun menggunakan atribut organisasi saat perjalanan pulang.
“Kami tekankan setelah kegiatan ini tidak ada konvoi dan juga tidak menggunakan atribut saat perjalanan pulang sebagai bentuk kedisiplinan serta penghormatan terhadap aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Magersari Kota Mojokerto, Amat, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar PSHW Tunas Muda tersebut. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini dapat mempererat hubungan antara pesilat dengan masyarakat.
Ia juga menilai para anggota PSHW telah dibina dengan baik sejak dini sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi generasi penerus pemimpin di masa depan.
“Saya yakin mental panjenengan semua sudah terdidik sejak usia dini. Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, bukan tidak mungkin panjenengan yang akan memimpin Kota Mojokerto,” ujarnya.
Kapolsek juga berpesan agar para pesilat tetap menjunjung tinggi hukum serta menjaga sikap santun di tengah masyarakat.
“Sebagai pesilat dan pendekar, panjenengan harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa meskipun seorang pesilat, tetapi tidak arogan dan tetap taat hukum,” pungkasnya. (Nva)













