Lentera Inspiratif, Mojokerto- Ramadan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah ini bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu istimewa untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Di berbagai daerah, suasana Ramadan terasa sejak hari pertama. Lampu-lampu hias menghiasi jalanan, masjid dan musala dipenuhi jamaah, sementara suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lebih sering dari biasanya. Masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita dan harapan.
1. Meningkatkan Ibadah dan Refleksi Diri
Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga iktikaf di sepuluh malam terakhir menjadi amalan yang dinanti. Umat Muslim berlomba-lomba meraih pahala dan keberkahan yang dijanjikan berlipat ganda.
Selain itu, Ramadan juga menjadi waktu refleksi diri. Menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbaiki sikap menjadi bagian penting dari esensi puasa. Tidak hanya hubungan dengan Tuhan yang diperkuat, tetapi juga hubungan antarsesama manusia.
2. Tradisi Berbagi dan Kebersamaan
Nuansa Ramadan juga identik dengan kebersamaan. Tradisi berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, hingga rekan kerja menjadi momen yang mempererat tali silaturahmi. Di berbagai sudut kota, masyarakat berbagi takjil gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Pasar takjil pun bermunculan, menghadirkan aneka hidangan khas Ramadan. Aktivitas ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang dinantikan setiap tahun.
3. Momentum Memperkuat Solidaritas Sosial Ramadan mengajarkan arti empati.
Dengan merasakan lapar dan dahaga, umat diajak memahami kondisi mereka yang kurang beruntung. Zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan di bulan ini sebagai bentuk solidaritas sosial.
Bulan suci ini menjadi pengingat bahwa kehidupan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang berbagi dan peduli terhadap sesama.
Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna. la hadir sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian. Semoga Ramadan kali ini membawa kedamaian, keberkahan, dan perubahan yang lebih baik bagi setiap insan.













