Lenterainspiratif.id | Ternate – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Ternate, kecam sikap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara Aksandri Kitong dalam pernyataan yang menuai provokatif.
Dalam pernyataan di grup whatsApp, anggota DPRD Malut Akaandri Kitong mengeluarkan pesan “Baku Bunuh”, yang diduga merespon peristiwa pawai obor saat malam takbiran di wilayah Kabupaten Halmahera Utara.
Ketua LMND Kota Ternate, Rifan Fadli, menyampaikan sikap tegas terkait dugaan ucapan provokatif (baku bunuh) yang melibatkan oknum anggota DPRD Maluku Utara tersebut dalam peristiwa pawai obor malam takbiran di Kabupaten Halmahera Utara.
Dalam pernyataannya, Rifan menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik dan berpotensi merusak kerukunan antar ummat beragama yang selama ini terjaga.
Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan dalam menangani kasus tersebut.
“Kami meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar tidak mentolerir tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat. Jika terbukti bersalah, oknum tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku, termasuk sanksi tegas hingga pemberhentian dari jabatannya,” tegas Rifan.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat serta menjaga stabilitas sosial di daerah.
Selain itu, LMND Ternate mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. (TT).












