Lenterainspiratif id – Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto di Jalan Empunala Kota Mojokerto didemo buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) lantaran kartu kepersetaanya mendadak nonaktif.
Sebanyak kurang lebih 400 buruh meminta kejelasan soal kepesertaan BPJS Kesehatan yang tak bisa dipakai berobat secara tiba tiba tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.
Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto Eka Hernawati mengatakan, aksi ini bertujuan menuntut pengaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan para buruh PT Pakerin yang tidak bisa dipakai berobat. Baik rawat jalan, rawat inap maupun operasi.
” bahwa imbas keterlambatan pembayaran payroll upah buruh dari PT Pakerin pada 31 Maret pukul 21.00. Sehingga, para buruh harus membayar mandiri jika hendak berobat,” katanya.
Lebih lanjut, Eka usai melakukan pertemuan dengan pihak BPJS Kesehatan menegaskan bahwa pihak perusahaan menyanggupi mengaktifkan kembali seluruh kepesertaan BPJS para buruh.
“Setelah kami konfirmasi lagi, manajemen pusat PT Pakerin siap untuk membayar iuran itu,” jelas Eka.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Titus Sri Hardianto, memastikan kepesertaan karyawan PT Pakerin yang sempat nonaktif segera bisa diaktifkan kembali setelah adanya solusi pembayaran dari pihak manajemen. Ia menyebut, permasalahan bermula dari pembayaran iuran bulan Maret yang dilakukan di akhir batas waktu, namun transaksi tersebut ditolak oleh sistem.
Akibatnya, pada 1 April sistem secara otomatis membentuk tagihan kumulatif untuk dua bulan. Yakni bulan Maret dan April.
“Karena pembayaran sebelumnya tertolak, sistem langsung membuat tagihan dua bulan. Sementara kemampuan perusahaan saat itu baru bisa membayar satu bulan, sehingga sebagian karyawan tidak bisa mengakses layanan BPJS Kesehatan,” beber Titus.
Menurutnya, hasil mediasi antara pihaknya dengan serikat pekerja dan manajemen PT Pakerin menemui titik terang. Pihak perusahaan berkomitmen untuk melunasi iuran secara bertahap.
“Kami fasilitasi permohonan dari manajemen ke pusat. Kewenangan pembukaan billing ada di direksi, bukan di cabang. Alhamdulillah, tadi kami menerima kabar bahwa virtual account sudah dibuka dan pembayaran satu bulan sudah bisa dilakukan,” urainya.
Dibukanya akses pembayaran tersebut, PT Pakerin diminta segera melunasi iuran satu bulan senilai sekitar Rp327 juta untuk 1.226 karyawan agar status kepesertaan kembali aktif.
“Setelah pembayaran masuk, sistem akan otomatis mengaktifkan kembali kepesertaan,” Tutupnya.












