Ternate, Lentera Inspiratif.com
Maraknya kata 'Galojo' (Rakus, red) yang dilontarkan oleh salah satu pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, saat menggelar kampanye di Kabupaten Halmahera Selatan, beberapa waktu lalu kini menjadi viral. Kata galojo itu menjadi viral, karena kata tersebut diarahkan pada paslon Muhammad Kasuba dan Abdul Madjid Husen (MK – Maju).
Atas pernyataan tersebut, Ridwan Husen, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Maluku Utara, sekaligus ketua tim pemenangan MK – Maju, angkat bicara sekaligus mengklarifikasi pernyataan yang dilontarkan oleh paslon Abdul Gani Kasuba dan M Ali Yasin (AGK – YA).
"Akhir-akhir ini, kita semua mendengarkan ada kata Golojo, yang diungkapkan oleh paslon no urut 3 pada paslon no urut 4. Padahal, Muhammad Kasuba adalah calon gubernur yang menjadi kebanggan masyarakat Tobelo-Galela (Togale), khususnya. Jadi, apabila ada yang mengatakan beliau golojo, maka kita semua pasti tidak setuju. Sebab, tidak ada dalam diri Muhammad Kasuba terlihat Golojo, seperti yang di sampaikan kandidat yang lain, "tegas, Ketua DPW PKS Malut, saat kampanye akbar di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (12/05/2018).
Ridwan menjelaskan, bahwa paslon nomor urut 3 menganggap PKS direbut oleh paslon nomor urut 4. Sehingga, ia (Paslon AGK – YA, red) menuduh paslon nomor urut 4 (MK – Maju, red) merampas PKS. Karena Abdul Gani Kasuba merupakan salah satu kader PKS.
"Sebenarnya PKS tidak pernah membuang beliau (AGK, red) ke laut yang dalam. Karena sebelum rekomendasi PKS turun kepada Muhammad Kasuba (MK, red), PKS sudah terlebih dulu memutuskan Abdul Gani Kasuba (AGK) merupakan calon Gubernur. Tetapi, kemudian keputusan partai itu ditolak oleh AGK, dengan alasan beliau tidak mau berpasangan dengan Abdul Majid Husen, "jelasnya.
Disinggung soal Muhammad Kasuba adalah calon gubernur bayangan, Ridwan Husen menguraikan, perlu diketahui Muhammad Kasuba bukanlah calon gubernur bayangan. Serta, Muhammad Kasuba juga bukan pemain cadangan. "Akan tetapi, Muhammad Kasuba adalah pemain inti yang Insya Allah akan Meng golkan pilkada pada tanggal 27 juni nanti, "urainya.
Ridwan menambahkan, bahwa keputusan PKS mengusung paslon MK – Maju, merupakan keputusan yang dikeluarkan dari pusat, bukan di keluarkan di daerah. Dan jika berani keputusan pusat tak diikuti, maka akan dirubah keputusan tersebut.
"Jadi karena AGK menolak keputusan, maka keputusan dirubah kepada MK yang disandingkan dengan Abdul Madjid Husen, "pungkasnya. (alif)







