Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mojokerto menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (11/3/2026). Aksi tersebut dilakukan di tiga titik, yakni Kantor Pemerintah Kota Mojokerto, Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, serta Gedung Rumah Rakyat Kota Mojokerto.
Aksi ini menjadi bentuk mahasiswa menyampaikan harapan mereka sekaligus menilai beberapa program pembangunan yang dianggap perlu diperhatikan lebih lanjut oleh pemerintah daerah.
Ketua Umum HMI Cabang Mojokerto, Ambang Muhammad Rawam, menjelaskan bahwa sebelum aksi digelar pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap beberapa proyek pembangunan melalui kegiatan tour of duty. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi proyek serta memastikan apakah pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana.
“Dari hasil peninjauan itu, kami menemukan beberapa proyek yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Ada fasilitas yang telah dibangun namun tidak dilanjutkan atau tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ambang menambahkan, aksi tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah dapat lebih terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Sementara itu, Ketua Cabang GMNI Mojokerto, Muhammad Tohir, mengatakan bahwa aksi demonstrasi juga bertujuan mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat serta menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mereka perlu pengawasan lebih ketat dari pemerintah daerah. Tohir menyebut program tersebut memiliki potensi besar namun juga rawan penyimpangan jika tidak dikontrol secara maksimal.
“Kami melihat beberapa program memiliki potensi yang baik untuk masyarakat, namun tetap memerlukan pengawasan yang ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran,” kata Tohir di sela aksi.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa juga menekankan betapa pentingnya pemerintah bersikap transparan dan terbuka dalam menerima suara serta harapan dari masyarakat. Mereka berharap setiap kebijakan yang dikeluarkan bisa memberi manfaat yang nyata dan tidak menimbulkan masalah baru.
Melalui aksi ini, para mahasiswa berharap pemerintah daerah bisa membuka ruang berdiskusi dengan berbagai pihak masyarakat agar usulan dan harapan yang disampaikan bisa direspons secara baik dan bermanfaat. (Fsa)














Üsküdar 7/24 Su Kaçağı Tespiti Çocuklarım evdeydi, çok sessiz ve özenli çalıştılar. https://www.collcard.com/read-blog/2574