
HALSEL – Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Selatan (Halsel), gelar aksi unjuk rasa, terkait kenaikan Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) secara nasional di seluruh Indonedia. Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Kamis, (19/09/2019).
Dalam pantauan awak media LenteraInspiratif.com, sekitar beberapa berorasi di depan kantor bupati, massa aksi kemudian melanjutkan aksinya di depan bank BRI Labuha. Dalam orasinya massa meminta agar Pemerintah secepatnya mengambil tindakan persoalan naiknya harga BPJS yang saat ini terjadi di Indonesia.
“Dalam sistem BPJS ini makna gotong royong di persempit hanya sebatas semua orang harus menanggung bersama. Dan si kaya membantu si miskin padahal makna gotong royong dalam berbangsa dan bernegara lebih luas cakupannya dan lebih strategis. Makna gotong royong dalam penyelenggaraan jaminan sosial bagi rakyat Indonesia adalah Negara yang mengelola dana jaminan sosial dari APBN dan diperuntukan ke program jaminan sosial, “terang Julfikram Tamrin, selaku kordinator aksi.
Selain itu, menurut Julfikar, dari dana pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jaminan sosial itu dapat pula untuk membangun rumah sakit modern, sehinggah, bisa murah dan gratis.
“Oleh karena itu kami meminta kepada Pemerintah khususnya Pemda Halsel agar melakukan evaluasi terhadap BPJS itu sendiri dan bersama-sama untuk menolaknya. Sebab, itu akan menyengsarakan masyarakat dan akan menambah beban bagi masyarakat miskin, “tandasnya. (adhy)






