Lentera Inspiratif, Mojokerto- Sebuah situs cagar budaya yang unik dan penuh cerita masih berdiri di tengah permukiman warga di Dusun/Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Situs itu adalah Candi Sumur Gantung, sebuah peninggalan bersejarah yang kini menjadi simbol legenda cinta masa lalu antara pejabat kerajaan dan putri bangsawan.
Terbentuk dari susunan bata merah yang tersusun menyerupai sebuah bukit kecil setinggi sekitar 3 meter dengan luas area sekitar 17 x 14 meter, candi ini memiliki ciri khas berupa sebuah lubang sumur persegi di bagian puncaknya – konon dijadikan syarat khusus dalam sebuah kisah cinta yang legendaris.
Menurut cerita rakyat yang berkembang di masyarakat setempat, Candi Sumur Gantung dibangun oleh seorang pejabat dari kerajaan Majapahit sebagai bentuk persembahan kepada seorang putri dari Kerajaan Bulu Ketigo, yang dulu diperkirakan berada di wilayah sekitar Desa Berat Wetan. Putri itu konon mengajukan syarat bahwa sumur di dalam candi harus memiliki air dengan permukaan yang lebih tinggi dari sungai di sekitarnya sebagai ketentuan untuk menerima lamaran sang pejabat.
Legenda itu turut menjelaskan bagaimana teknologi hidrologi kuno dipakai agar air sumur tetap terisi, dengan memanfaatkan akar pepohonan besar di sekitar untuk menyerap dan menyalurkan sumber air ke dalam sumur tersebut. Meskipun kini sumur dan bangunan aslinya sudah tidak lagi terlihat sempurna , bahkan sumur telah tertimbun tanah , cerita tentang situs ini tetap hidup di kalangan warga setempat.
Bangunan bersejarah ini kini berada dalam pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur , meskipun kondisi fisiknya masih memerlukan perhatian serius dalam hal pemugaran dan pelestarian. Situs yang semula berada di tanah milik warga sekitar kini menjadi aset budaya yang digunakan sebagai media edukasi sejarah dan kearifan lokal bagi pelajar serta pengunjung.
Keberadaan Candi Sumur Gantung tak hanya memperkaya muatan sejarah dan budaya Mojokerto, tetapi juga menjadi pengingat tentang bagaimana masyarakat masa lampau menghormati kisah cinta dan teknologi mereka.











