Morotai, Lentera Inspiratif.com
Sejumlah petani menolak bantuan bibit jagung dari Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai yang diperuntukkan bagi petani jagung. Alasanya, para petani menolak bantuan tersebut karena kondisi cuaca di daerah Pulau Morotai, Maluku Utara tak menentu dibandingkan dengan cuaca yang ada di Pulau Jawa. Sehingga, bantuan jagung yang seharusnya diberikan pada 06/03/2018 lalu, sampai sekarang petani enggan menerimanya.
Ironisnya, kondisi jagung yang berjumlah 50 ton akan terancam kadaluwarsa. Otomatis, pihak Pemerintah Daerah setempat akan mengalami kerugian, karena bantuan yang diberikannya tak digunakan oleh petani. Bantuan bibit jagung itu diberikan pada petani yang berada di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, khususnya.
Sementara itu, saat ditemui tim Lentera Inspiratif.com, pada Jumat (20/07/2018), Muridi Lelean, Kepala Desa Wawama mengatakan, bahwa hampir semua Desa yang ada di Kabupaten Pulau Morotai menerima bantuan itu. Namun, para petani tak mau menerima bantuan tersebut.
"salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya sosialisasi dari Dinas Pertanian pada masyarakat tani. Karena begitu bantuan datang, lahan petani belum siap ditanami, "tegasnya.
Terpisah, Son Mararu, salah satu petani Desa Wawama menjelaskan, alasan tak mau menerima bantuan bibit jagung itu, karena situasi iklim yang tak menentu. Ditambah lagi, lahan milik petani pun juga belum siap ditanami jagung.
"Karena penyebabnya iklim dan lahan yang kurang memadai, sehingga para petani menolak bantuan itu, "pungkasnya. (suratman)








