Lenterainspiratif | Mojokerto – Jumlah korban insiden keracunan massal yang diduga dipicu konsumsi menu soto ayam dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, kembali bertambah. Hingga Senin siang, total warga terdampak mencapai 349 orang, terdiri dari siswa, santri, tenaga pendidik, hingga wali murid.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal di berbagai fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Seiring bertambahnya jumlah korban, proses perawatan dan pemantauan terus dilakukan secara intensif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, mengungkapkan data terbaru jumlah korban mengalami peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya.
“Perkembangan sampai dengan Senin, 12 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, jumlah warga terdampak bertambah menjadi 349 orang,” kata Teguh Gunarko di lingkungan Pemkab Mojokerto, Senin (12/1/2026).
Ratusan Korban Sudah Dipulangkan
Meski jumlah korban meningkat, Teguh menegaskan kondisi kesehatan sebagian besar pasien menunjukkan tren membaik. Bahkan, ratusan korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis.
“Saat ini yang masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas berjumlah 159 orang. Sementara 190 orang lainnya sudah keluar dari fasilitas kesehatan atau diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendataan korban masih terus berjalan karena belum semua rumah sakit menyampaikan laporan terbaru terkait pasien keracunan massal tersebut.
“Masih ada rumah sakit yang belum melakukan update data, yakni RS Sumberglagah dan RSUD Wahidin. Kami menunggu laporan lanjutan,” ujarnya.
Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kasus ini hingga seluruh korban dinyatakan pulih. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan warga yang mengalami gejala serupa.













