Lentera Inspiratif, Mojokerto- Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya dijumpai pada bulan suci Ramadhan. Setiap malamnya diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Pada malam kesembilan, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Tarawih seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi.
Keutamaan ini banyak dinukil dalam berbagai kitab klasik yang membahas fadhilah Ramadhan. Salah satu riwayat yang populer menyebutkan bahwa pada malam ke-9, Allah SWT menganugerahkan pahala yang besar bagi hamba-Nya, seolah-olah ia meneladani kesungguhan ibadah para Nabi dalam ketaatan dan penghambaan kepada-Nya.
Namun demikian, para ulama hadits menjelaskan bahwa riwayat tentang fadhilah khusus setiap malam Tarawih termasuk malam ke-9 banyak yang berstatus dha’if (lemah). Keterangan ini dapat ditemukan dalam penjelasan para ahli hadits seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam an-Nawawi yang menegaskan pentingnya berhati-hati dalam meriwayatkan hadits-hadits fadhilah tanpa sanad yang kuat.
Meski demikian, keutamaan umum shalat malam di bulan Ramadhan memiliki dasar hadits yang shahih. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits shahih ini menjadi landasan utama keutamaan shalat Tarawih secara umum, tanpa membedakan malam tertentu. Karena itu, meskipun riwayat khusus malam ke-9 tidak semuanya berkekuatan shahih, semangat untuk memperbanyak ibadah tetap dianjurkan.
Momentum malam kesembilan Ramadhan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas shalat, memperbanyak doa, serta meneladani kesungguhan para Nabi dalam beribadah. Dengan niat yang ikhlas dan penuh harap kepada Allah SWT, setiap rakaat Tarawih menjadi ladang pahala dan sarana mendekatkan diri kepada-Nya.














Beşiktaş Su Kaçağı Bulma Duvar içi su kaçağı cihazla bulundu. https://shemirancenter.com//?p=5652