Lentera Inspiratif, Mojokerto- Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan, termasuk dalam pelaksanaan salat Tarawih setiap malamnya. Pada malam ke-13 Ramadan, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat Tarawih akan memperoleh perlindungan dari segala keburukan pada hari kiamat.
Riwayat tentang keutamaan salat Tarawih dari malam pertama hingga malam terakhir banyak tersebar di tengah masyarakat dan kerap dinukil dalam kitab-kitab fadhail amal. Salah satu riwayat yang sering dikutip menyebutkan bahwa pada malam ke-13, Allah memberikan rasa aman dan perlindungan pada hari kebangkitan bagi mereka yang menghidupkan malam dengan salat Tarawih.
Namun demikian, para ulama hadis seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam An-Nawawi menegaskan bahwa sebagian besar riwayat yang merinci keutamaan Tarawih per malam memiliki derajat lemah (dhaif), bahkan ada yang tergolong sangat lemah. Meski begitu, amalan salat malam di bulan Ramadan tetap memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis sahih ini menjadi landasan utama keutamaan salat Tarawih secara umum tanpa merinci malam tertentu. Artinya, setiap malam Ramadan adalah kesempatan meraih ampunan dan perlindungan Allah, termasuk malam ke-13.
Dengan demikian, meskipun riwayat khusus tentang perlindungan dari keburukan pada hari kiamat perlu disikapi secara hati-hati dari sisi sanad, semangat untuk menghidupkan malam ke-13 dengan salat Tarawih tetap merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Ramadan adalah momentum memperbanyak ibadah, memperkuat iman, dan memohon keselamatan dunia serta akhirat.











