Senior Peringatkan Agar Tidak Memilih Squat Jump
MOJOKERTO,Lentera Inspiratif –
Mengetahui kabar salah satu siswanya, Mas Hanum Dwi Aprilia (16) mengalami kelumpuhan usai menjalani hukuman squat jump, Kepala Sekolah SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah memberikan penjelasan. Menurutnya, dalam kegiatan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Jumat (13/072018) lalu, Hanum yang datang terlambat dan mendapat hukuman sudah diperingatkan seniornya agar tidak memilih squat jump, karena keras.
“Kesepakatan awal yang datang terlambat, hukumannya membaca surat-surat pendek Al Quran. Tetapi anggotanya tidak mau dan memilih squat jump. Seniornya sudah memperingatkan, namun kelompok tersebut tetap memilih squat jump,”terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hanum dan teman dalam kelompoknya mendapat hukuman squat jump sebanyak 60 kali. Namun karena ada yang tidak mampu, terpaksa Hanum yang menyelesaikannya hingga 90 kali.”Hanum menyelesaikan hukuman hingga 90 kali lompat squat jump. Namun ia tak langsung sakit, hanya mengeluh kakinya sakit,”katanya.
Nurul mengatakan, kegiatan UKKI tersebut digelar tanpa izin dan sepengetahuan pembina ekstrakurikuler, OSIS maupun wakil kepala sekolah.”Waktu kegiatan, sekolah masih libur, sehingga kami tidak tahu jika anak-anak menggelar kegiatan itu,”katanya.
Usai kejadian itu, pengasuh Ponpes AL Ghoits tempat Hanum mondok, membawanya ke pengobatan alternatif di Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ia diduga mengalami saraf tulang belakang yang terjepit. (and)






