Lenterainspiratif.id | Haltim – Seorang staf di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan BPJS Kesehatan Haltim yang dipimpin oleh Khalid Abbas.
Menurut staf yang berinisial A.R tersebut, ia baru mengetahui bahwa Kartu BPJS Kesehatannya sudah tidak aktif saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Tobelo.
Pihak rumah sakit memberitahukan bahwa kartu tersebut tidak dapat digunakan lagi untuk pembiayaan layanan kesehatan.
“Saya sama sekali tidak tahu kalau kartu BPJS saya sudah tidak aktif. Baru setelah sampai di rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan, saya diberitahu bahwa kartu tidak bisa dipakai lagi,” ucapnya, Minggu (1/3/2026).
Yang lebih membuatnya geram adalah fakta bahwa iuran BPJS terus dipotong secara otomatis dari gajinya setiap bulan melalui sistem payroll, namun tidak ada satupun pemberitahuan resmi yang diterimanya mengenai status kepesertaan yang bermasalah.
”Setidaknya pemberitahuan melalui SMS, aplikasi Mobile JKN, email, surat, maupun informasi langsung dari kantor BPJS,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga terjadi saat ia menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah sakit di Kota Ternate. Kartu BPJS kembali tidak dapat digunakan, sementara pemotongan iuran tetap berjalan tanpa kendala.
“Saya sangat tidak puas dengan kinerja BPJS Kesehatan Halmahera Timur. Kalau iuran dipotong terus setiap bulan, setidaknya harus ada informasi yang jelas kalau kartu sudah tidak aktif atau ada masalah administrasi,” ungkapnya.
Hinga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Lolobata dalam hal ini Kepala Desa masih dalam upaya konfirmasi. (TT).













