Mojokerto, LenteraInspiratif.id —
Hujan deras yang mengguyur wilayah Mojokerto dan sekitarnya menyebabkan Sungai Tambakrejo meluap dan menggenangi permukiman warga di Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Peristiwa banjir tersebut terjadi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama membuat debit air Sungai Tambakrejo meningkat drastis hingga akhirnya meluber ke kawasan permukiman warga.
Genangan air mulai masuk ke rumah warga yang berada di RT 1, RT 4, RT 5, dan RT 6 RW 03 Dusun Tambakrejo. Air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menutup akses jalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara, sekitar 125 rumah terdampak banjir dengan jumlah warga yang terkena dampak diperkirakan mencapai 300 jiwa.
Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Sementara itu, genangan air di jalan lingkungan dilaporkan mencapai sekitar 100 hingga 120 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) setelah menerima laporan dari warga.
“Setelah menerima laporan, TRC BPBD Kabupaten Mojokerto segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi warga menggunakan perahu fiber serta melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir,” kata Abdul Khakim saat dihubungi, Senin (16/3/2026) pagi.
Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir memilih mengungsi sementara ke Balai Posyandu Tambakrejo, Desa Gayaman, sebagai langkah antisipasi jika ketinggian air terus meningkat.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya PMI Kabupaten Mojokerto, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, relawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi dan pendataan warga terdampak.
“Petugas bersama relawan masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi untuk memastikan kondisi warga terdampak serta mengantisipasi kemungkinan banjir bertambah,” tambahnya.
Hingga Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, genangan air dilaporkan masih menunjukkan tren kenaikan secara perlahan sehingga petugas tetap bersiaga di lokasi.
Namun pada Senin dini hari, kondisi air mulai berangsur surut. Sekitar pukul 03.30 WIB, genangan air dilaporkan telah surut total sehingga warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. (Nva)







