Mojokerto, LenteraInspiratif.id- Kenaikan harga udang menjadi sorotan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Pada awal Maret 2026, harga udang di sejumlah daerah di Jawa Timur terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada Senin (9/3/2026), harga udang tercatat naik sekitar 3,42% dengan rata-rata harga mencapai Rp90.291 per kilogram.
Bahkan di beberapa daerah, harga udang dilaporkan meroket hingga Rp100.000 sampai Rp120.000 per kilogram. Lonjakan harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal sebelumnya yang biasanya berkisar antara Rp65.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga udang tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat hasil tangkapan nelayan berkurang sehingga pasokan udang di pasar menjadi terbatas.
Selain udang, harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur juga mengalami fluktuasi menjelang Lebaran. Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah yang naik sekitar 0,55% dengan harga rata-rata Rp90.291 per kilogram. Selain itu, beras premium juga mengalami kenaikan sekitar 0,09%, serta daging ayam kampung yang naik sekitar 0,39% .
Sementara itu, beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga, di antaranya beras medium yang turun sekitar 0,01%,bawang merah turun 0,75%, serta bawang putih yang turun sekitar 0,38 %
Sembako sendiri merupakan singkatan dari *sembilan bahan pokok*, yaitu kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Komoditas tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng atau mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji atau minyak tanah, serta garam.
Berikut daftar harga rata-rata bahan pokok di Jawa Timur:
* Beras Premium: Rp 14.876/kg
* Beras Medium: Rp 12.887/kg
* Gula kristal putih: Rp 16.790/kg
* Minyak goreng curah: Rp 19.058/kg
* Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.370/liter
* Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.643/liter
* Minyak goreng Minyakita: Rp 16.085/liter
* Udang: Rp.120.000/kg
* Daging sapi paha belakang: Rp 121.023/kg
* Daging ayam ras: Rp 38.566/kg
* Daging ayam kampung: Rp 70.630/kg
* Telur ayam ras: Rp 29.410/kg
* Telur ayam kampung: Rp 46.392/kg
* Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.438 / 370 gr
* Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.372/ 370 gr
* Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.694 / 400 gr
* Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.734 / 400 gr
* Garam bata: Rp 1.770
* Garam halus: Rp 9.279/kg
* Cabai merah keriting: Rp 32.073/kg
* Cabai merah besar: Rp 29?473/kg
* Cabai rawit merah: Rp 88.664/kg
* Bawang merah: Rp 36.149/kg
* Bawang putih: Rp 31.017/kg
* Gas elpiji: Rp 19.757
Kenaikan harga bahan pokok dan komoditas perikanan diperkirakan masih akan terus terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Pemerintah pun terus memantau perkembangan harga agar tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat. (Nva)










