SURABAYA, LenteraInspirqtif.id – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Provinsi Jawa Timur kembali mengalami fluktuasi pada Selasa (27/1/2026). Berdasarkan Harga Rata-Rata Provinsi Jawa Timur di Tingkat Konsumen, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, dengan cabai rawit merah masih menjadi perhatian utama.
Harga cabai rawit merah kembali naik Rp846 per kilogram atau 1,80 persen, dari sebelumnya Rp47.036 menjadi Rp47.882 per kilogram. Selain itu, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan Rp163 per kilogram (0,60 persen) menjadi Rp27.479. Sementara cabai merah besar justru turun tipis Rp40 per kilogram menjadi Rp24.933.
Untuk komoditas beras, harga terpantau relatif stabil. Beras premium berada di angka Rp14.848 per kilogram atau tidak mengalami perubahan, sedangkan beras medium naik tipis Rp8 per kilogram menjadi Rp12.895.
Harga gula kristal putih mengalami penurunan Rp11 per kilogram menjadi Rp16.554. Pada komoditas minyak goreng, pergerakan harga bervariasi. Minyak goreng curah naik tipis Rp1 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp8 per liter, sementara Minyakita kembali turun Rp36 per liter (0,22 persen).
Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras naik Rp92 per kilogram, sementara daging sapi paha belakang turun Rp50 per kilogram. Harga telur ayam ras dan telur ayam kampung sama-sama mengalami penurunan.
Komoditas bawang merah dan bawang putih tercatat mengalami kenaikan masing-masing Rp77 per kilogram dan Rp68 per kilogram. Sementara itu, harga kacang hijau melonjak cukup tinggi yakni Rp384 per kilogram atau 1,55 persen.
Pada kelompok sayur-mayur, harga tomat merah naik Rp48 per kilogram, buncis naik Rp50 per kilogram, sedangkan wortel mengalami penurunan tipis. Harga ikan segar secara umum bergerak stabil dengan kecenderungan naik tipis pada ikan tuna, ikan tongkol, dan ikan cakalang.
Sementara itu, harga bahan bangunan, gas elpiji 3 kilogram, serta pupuk non-subsidi terpantau stabil tanpa perubahan signifikan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga masih didominasi komoditas pangan segar, terutama cabai, yang rentan dipengaruhi faktor cuaca dan pasokan. Masyarakat diimbau tetap memantau harga dan menyesuaikan pola belanja.










