Lenterainspiratif.id – Perkembangan harga bahan pokok di tingkat konsumen di Provinsi Jawa Timur pada Minggu, 5 April 2026 menunjukkan dinamika baru, terutama pada komoditas cabai rawit yang kembali mengalami kenaikan.
Setelah beberapa hari mengalami penurunan, cabai rawit merah kini berbalik arah naik.
Harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp68.518 per kilogram, naik Rp1.016 atau sekitar 1,51 persen dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka Rp67.502 per kilogram. Kenaikan ini mengindikasikan adanya perubahan pasokan atau permintaan di pasar.
Sementara itu, jenis cabai lainnya juga ikut mengalami kenaikan. Cabai merah keriting naik dari Rp32.451 menjadi Rp32.878 per kilogram atau meningkat sekitar 1,31 persen. Sedangkan cabai merah besar naik dari Rp31.630 menjadi Rp31.779 per kilogram, atau naik sekitar 0,47 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas sayuran justru mengalami penurunan harga. Tomat merah turun dari Rp11.702 menjadi Rp11.381 per kilogram atau turun sekitar 2,74 persen. Kol/kubis juga turun cukup dalam sebesar 3,32 persen, diikuti wortel dan kentang yang ikut melemah.
Untuk komoditas protein, harga daging ayam ras turun menjadi Rp37.348 per kilogram atau turun sekitar 0,70 persen. Sementara telur ayam ras juga turun tipis ke angka Rp28.397 per kilogram. Namun, telur ayam kampung justru melonjak cukup signifikan sebesar 2,22 persen.
Harga kebutuhan pokok lainnya relatif stabil dengan kecenderungan naik tipis. Beras premium turun tipis menjadi Rp14.828 per kilogram, sedangkan beras medium naik menjadi Rp12.960 per kilogram. Gula kristal putih juga mengalami kenaikan kecil ke angka Rp17.216 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, terjadi pergerakan beragam. Minyak goreng kemasan premium naik menjadi Rp20.964 per liter, sementara minyak goreng curah justru turun menjadi Rp19.628 per kilogram.
Secara umum, fluktuasi harga sembako di Jawa Timur masih dalam batas wajar. Kenaikan harga cabai rawit perlu menjadi perhatian, mengingat komoditas ini sangat berpengaruh terhadap kebutuhan rumah tangga sehari-hari.











