JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Perkembangan harga bahan pokok di Jawa Timur pada Minggu (12/4/2026) menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan minyak goreng mengalami kenaikan signifikan, sementara daging ayam dan beberapa bahan pangan lain masih melanjutkan tren penurunan.
Kenaikan harga kembali terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng kemasan premium naik Rp177 menjadi Rp21.103 per liter atau meningkat 0,85 persen. Minyak goreng curah juga naik Rp90 menjadi Rp20.065 per kilogram, serta minyak goreng kemasan sederhana naik Rp97 menjadi Rp17.999 per liter. Di sisi lain, MINYAKITA justru turun Rp56 menjadi Rp16.144 per liter.
Dari kelompok hortikultura, lonjakan paling mencolok terjadi pada cabai. Cabe merah besar naik Rp947 menjadi Rp33.651 per kilogram atau meningkat 2,89 persen. Cabe merah keriting juga naik Rp752 menjadi Rp32.834 per kilogram. Sementara itu, cabe rawit merah turun cukup tajam Rp1.748 menjadi Rp61.710 per kilogram.
Pada komoditas daging, harga masih menunjukkan tren penurunan. Daging ayam ras turun Rp541 menjadi Rp35.056 per kilogram atau turun 1,52 persen. Daging ayam kampung juga turun Rp333 menjadi Rp70.292 per ekor, sedangkan daging sapi turun tipis Rp94 menjadi Rp124.016 per kilogram.
Untuk komoditas telur, harga relatif stabil cenderung turun. Telur ayam ras turun tipis Rp12 menjadi Rp27.032 per kilogram, sementara telur ayam kampung turun Rp31 menjadi Rp46.456 per kilogram.
Sementara itu, harga gula kristal putih mengalami kenaikan Rp42 menjadi Rp17.336 per kilogram. Beras premium juga naik Rp14 menjadi Rp14.875 per kilogram, sedangkan beras medium terpantau stabil di angka Rp12.925 per kilogram.
Di sektor sayur mayur, pergerakan harga cenderung bervariasi. Kentang naik Rp124 menjadi Rp14.936 per kilogram, dan buncis naik Rp138 menjadi Rp13.289 per kilogram. Namun, wortel turun Rp36 menjadi Rp11.754 per kilogram dan tomat merah turun tipis Rp13 menjadi Rp12.560 per kilogram.
Kenaikan signifikan juga terlihat pada komoditas non-pangan, khususnya bahan bangunan. Semen Tonasa naik Rp1.560 menjadi Rp50.066 per sak atau meningkat 3,22 persen. Semen Dynamix juga naik Rp990 menjadi Rp50.515 per sak, disusul Semen Bosowa yang naik Rp760.
Harga kayu balok meranti turut naik Rp1.384 menjadi Rp101.873 per batang, sementara besi beton ukuran 6 mm naik Rp328 menjadi Rp30.901 per batang.
Di sisi lain, harga pupuk menunjukkan tren penurunan cukup tajam. Pupuk NPK non subsidi turun Rp511 menjadi Rp13.526 per kilogram atau turun 3,64 persen. Pupuk urea, ZA, dan SP-35 juga mengalami penurunan harga.
Secara umum, kondisi harga di Jawa Timur hari ini memperlihatkan tekanan pada komoditas cabai dan minyak goreng, sementara bahan pangan sumber protein seperti ayam masih mengalami penurunan. Fluktuasi ini menjadi indikator penting bagi pengendalian inflasi daerah dan stabilitas daya beli masyarakat.












