JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Perkembangan harga bahan pokok di Jawa Timur pada Sabtu (11/4/2026) kembali menunjukkan fluktuasi. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan, terutama minyak goreng dan material bangunan, sementara beberapa bahan pangan utama justru mengalami penurunan.
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada minyak goreng kemasan premium yang naik Rp215 menjadi Rp21.123 per liter atau meningkat 1,03 persen. Minyak goreng curah juga naik Rp104 menjadi Rp20.079 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan sederhana naik tipis Rp13, dan MINYAKITA justru turun Rp60 menjadi Rp16.159 per liter.
Di sektor pangan hewani, harga daging cenderung melemah. Daging ayam ras turun cukup dalam Rp656 menjadi Rp34.973 per kilogram atau turun 1,84 persen. Daging ayam kampung juga turun Rp554 menjadi Rp70.024 per ekor, sedangkan daging sapi turun Rp221 menjadi Rp123.883 per kilogram.
Untuk komoditas telur, telur ayam ras kembali turun Rp161 menjadi Rp26.916 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam kampung mengalami lonjakan cukup tinggi sebesar Rp599 menjadi Rp47.109 per kilogram atau naik 1,29 persen.
Harga cabai menunjukkan pergerakan beragam. Cabe merah keriting turun Rp447 menjadi Rp31.915 per kilogram, dan cabe rawit merah turun Rp532 menjadi Rp63.391 per kilogram. Namun, cabe merah besar masih naik Rp90 menjadi Rp33.011 per kilogram.
Pada kelompok sayur mayur, sebagian besar komoditas mengalami penurunan. Wortel turun Rp169 menjadi Rp11.639 per kilogram, buncis turun Rp149 menjadi Rp13.080 per kilogram, dan tomat merah turun Rp108 menjadi Rp12.476 per kilogram.
Sementara itu, harga gula kristal putih naik Rp29 menjadi Rp17.319 per kilogram. Beras premium turun Rp24 menjadi Rp14.843 per kilogram, sedangkan beras medium naik tipis Rp10 menjadi Rp12.931 per kilogram.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas non-pangan, khususnya bahan bangunan. Kayu balok meranti melonjak Rp6.914 menjadi Rp107.403 per batang atau naik 6,88 persen. Papan meranti naik Rp3.534 menjadi Rp108.374 per lembar, sementara triplek naik Rp1.153 menjadi Rp78.215 per lembar.
Harga paku di berbagai ukuran juga mengalami kenaikan tajam hingga di atas 2 persen. Paku ukuran 3 cm, misalnya, naik Rp550 menjadi Rp19.907 per kilogram.
Di sektor energi, harga gas elpiji 3 kg justru turun Rp70 menjadi Rp19.902 per kilogram. Sementara itu, harga pupuk menunjukkan tren campuran, dengan pupuk KCL naik Rp188, namun pupuk NPK turun Rp210.
Secara keseluruhan, fluktuasi harga di awal April ini menunjukkan adanya tekanan pada sejumlah komoditas tertentu, terutama minyak goreng dan bahan bangunan. Kondisi ini perlu terus dipantau guna menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.












