Lenterainspiratif.id | Jawa Timur – Perkembangan harga rata-rata bahan pokok di Provinsi Jawa Timur pada tingkat konsumen, Kamis (19/2/2026) pukul 06.27 WIB, menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan cukup tajam, terutama pada kelompok cabai, bawang, minyak goreng, dan beberapa hasil perikanan, sementara sebagian komoditas lain justru mengalami penurunan harga.
Pada komoditas beras, harga beras premium tercatat naik signifikan sebesar Rp714 atau 4,80 persen, dari Rp14.886 menjadi Rp15.600 per kilogram. Sebaliknya, beras medium justru mengalami penurunan tipis sebesar Rp134 atau 1,04 persen, dari Rp12.884 menjadi Rp12.750 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, hampir seluruh jenis mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik paling tinggi sebesar Rp1.908 atau 10,13 persen menjadi Rp20.750 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik 7,05 persen menjadi Rp21.750 per liter, dan kemasan sederhana naik 8,53 persen menjadi Rp19.000 per liter. Sementara itu, Minyakita justru turun 2,69 persen menjadi Rp15.700 per liter.
Untuk komoditas daging, harga daging sapi paha belakang naik menjadi Rp125.000 per kilogram atau naik 3,83 persen. Daging ayam ras relatif stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram. Namun, daging ayam kampung mengalami penurunan cukup tajam hingga 28,37 persen menjadi Rp50.000 per ekor.
Harga cabai menunjukkan pergerakan cukup mencolok. Cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar Rp5.941 atau 6,75 persen menjadi Rp94.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting turun 4,44 persen menjadi Rp34.500 per kilogram, dan cabai merah besar naik tipis 0,66 persen menjadi Rp33.000 per kilogram.
Pada kelompok bawang, bawang merah melonjak cukup tinggi sebesar 14,22 persen menjadi Rp43.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih sinco/honan sedikit turun 0,99 persen menjadi Rp32.000 per kilogram.
Sektor ikan segar juga menunjukkan fluktuasi. Ikan cakalang naik tajam hingga 31,05 persen menjadi Rp45.000 per kilogram, dan ikan tongkol naik 11,82 persen menjadi Rp37.000 per kilogram. Sebaliknya, harga ikan bandeng, ikan kembung, dan ikan tuna cenderung melemah.
Secara umum, pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur masih dipengaruhi oleh faktor pasokan, distribusi, serta dinamika permintaan di tingkat konsumen. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.











