Lenterainspiratif.id – Harga cabai rawit merah di tingkat konsumen di Provinsi Jawa Timur kembali mengalami penurunan signifikan pada Selasa, 7 April 2026.
Berdasarkan data terbaru, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp65.983 per kilogram, turun Rp1.866 atau sekitar 2,75 persen dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka Rp67.849 per kilogram.
Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan harga cabai rawit dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada 3 April 2026, harga masih berada di kisaran Rp67.446 per kilogram, bahkan pada pertengahan Maret sempat menyentuh angka Rp85 ribu per kilogram.
Secara keseluruhan, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, harga cabai rawit telah turun cukup tajam, yakni sekitar Rp19 ribu per kilogram atau lebih dari 20 persen.
Selain cabai rawit, komoditas cabai lainnya juga mengalami penurunan. Cabai merah keriting turun menjadi Rp32.027 per kilogram atau melemah 1,85 persen, sementara cabai merah besar turun menjadi Rp31.181 per kilogram atau turun 2,63 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru mengalami kenaikan. Tomat merah naik menjadi Rp12.230 per kilogram atau meningkat sekitar 1,58 persen. Kenaikan juga terjadi pada buncis yang kini berada di angka Rp12.714 per kilogram.
Untuk komoditas protein, tren penurunan masih berlanjut. Daging ayam ras turun menjadi Rp36.243 per kilogram atau melemah 1,35 persen, sementara telur ayam ras juga turun ke Rp27.677 per kilogram.
Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya relatif stabil. Beras premium berada di angka Rp14.859 per kilogram, sedangkan gula kristal putih naik tipis menjadi Rp17.278 per kilogram.
Penurunan harga cabai rawit ini diperkirakan dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan di pasaran serta distribusi yang semakin lancar. Meski demikian, harga komoditas ini masih tergolong tinggi dan berpotensi kembali berfluktuasi mengikuti kondisi pasokan dan permintaan.
Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan harga agar stabilitas pangan tetap terjaga, terutama menjelang momentum konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat.










