LenteraInspiratif.id| Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mengakselerasi peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat melalui sejumlah proyek infrastruktur prioritas. Tahun ini, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto, sembilan paket pekerjaan strategis dipastikan mulai direalisasikan.
Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Endah Supriyani, menegaskan bahwa seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan publik dan infrastruktur penunjang aktivitas warga.
“Sembilan paket pekerjaan ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat Kota Mojokerto,” ujarnya.
Total anggaran yang digelontorkan untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut mencapai Rp7.944.367.520 atau hampir Rp8 miliar. Seluruh pekerjaan berada di bawah koordinasi Bidang Penataan Ruang, Bangunan, dan Bina Konstruksi, dengan fokus utama pada pembangunan gedung baru serta peningkatan fasilitas pendukung layanan publik.
Dari keseluruhan pagu anggaran, dua proyek menyerap alokasi terbesar, yakni pembangunan Gedung Baznas senilai Rp1.974.193.650 dan Gedung BPBD sebesar Rp2.150.896.070 yang berlokasi di Jalan Bhayangkara. Jika ditotal, lebih dari 50 persen anggaran terkonsentrasi pada dua proyek pembangunan gedung baru tersebut.
Kepala Bidang Penataan Ruang, Bangunan, dan Bina Konstruksi, Ferry Hendri Koerniawan, menyebut kedua proyek itu memang menjadi prioritas utama tahun ini. “Keduanya merupakan proyek baru yang dirancang untuk memperkuat fungsi pelayanan,” jelasnya.
Selain pembangunan gedung, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan tempat parkir di Gelora A. Yani sebesar Rp1.547.670.260. Kemudian peningkatan sarana dan prasarana di Kecamatan Kranggan berupa paving dan landscape senilai Rp1.255.197.140, serta rehabilitasi Rumah Potong Hewan (RPH) sebesar Rp201.075.270.
Adapun proyek skala menengah hingga kecil lainnya meliputi rehabilitasi Kantor Kelurahan Blooto Rp298.566.310, pembangunan pagar gapura Lingkungan Kuwung Kelurahan Meri Rp338.811.830, serta pembangunan pagar Denkesa Rp127.956.990.
Dominasi pembangunan fisik dalam paket proyek tahun ini memunculkan harapan sekaligus tantangan. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, masyarakat tentu menantikan dampak konkret dari pembangunan tersebut terhadap kualitas layanan publik. Transparansi proses lelang serta pengawasan pelaksanaan proyek menjadi aspek krusial agar anggaran miliaran rupiah benar-benar efektif, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal. (Roe/adv)







