Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Gebyar Pajak Daerah 2025 di Halaman Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Kamis (28/8/2025). Acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya membayar pajak.
Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini dikemas tidak hanya sebagai bentuk pelayanan, namun juga apresiasi bagi masyarakat yang taat pajak.
“Kegiatan hari ini kita rangkaikan dengan berbagai agenda. Pertama, pelayanan langsung PBB-P2 yang khusus kita hadirkan bagi desa-desa di Kecamatan Trawas. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan layanan pemecahan, perubahan subjek, objek, hingga mutasi bisa langsung dilayani di tempat ini,” ungkap Ardi.
Selain itu, Bapenda juga membuka layanan pembayaran pajak secara cashless bekerja sama dengan bank mitra. Hal ini, lanjut Ardi, merupakan upaya mendukung percepatan, perluasan, sekaligus elektronisasi transaksi pemerintah daerah.
Pada kesempatan yang sama, Bapenda juga memberikan apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang patuh. Penghargaan ini dilakukan sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Mojokerto dengan Pemprov Jawa Timur.
“Tahun 2025 ada dua tahap. Tahap pertama periode Januari hingga Juli, dan tahap kedua akan kita undi pada bulan Desember. Harapan kami, ini bisa menjadi motivasi masyarakat agar semakin disiplin membayar pajak tepat waktu,” imbuh Ardi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menekankan pentingnya pajak daerah dalam menopang pembangunan di tengah ancaman penurunan dana transfer pusat pada tahun mendatang.
“Dalam pidato Presiden disebutkan bahwa dana transfer ke daerah pada 2026 akan berkurang signifikan, dari sekitar Rp850 triliun menjadi kurang lebih Rp650 triliun,” ujar Teguh.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi beban berat bagi pemerintah daerah, mengingat sekitar 70% anggaran APBD masih bergantung pada dana transfer pusat. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat membayar pajak menjadi kunci agar pembangunan di Mojokerto tetap berjalan
“Kalau DAU berkurang, sementara kewajiban kita bertambah seperti pengangkatan pegawai P3K, tentu menjadi tantangan besar. Karena itu, pajak daerah dan PAD menjadi penopang utama,” tegas Teguh.
Acara Gebyar Pajak Daerah 2025 ini juga dimeriahkan dengan pasar sembako murah serta pengundian doorprize berupa sepeda motor, sepeda gunung, dan televisi, sebagai bentuk apresiasi bagi wajib pajak yang berpartisipasi.