LenteraInspiratif.id – Memasuki hari ke-21 Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah. Hari ini menandai dimulainya sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dikenal sebagai waktu paling istimewa dalam bulan suci. Pada fase ini, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah dengan harapan mendapatkan keutamaan serta kemuliaan Lailatul Qadar.
Puasa pada hari ke-21 Ramadhan diyakini memiliki sejumlah keutamaan bagi mereka yang menjalankannya dengan penuh keimanan dan ketulusan. Salah satu keutamaan tersebut adalah Allah SWT akan melapangkan kuburan orang yang berpuasa sejauh seribu farsakh, menghilangkan kegelapan dan kesepian di dalamnya, serta menjadikan wajahnya bercahaya seperti Nabi Yusuf bin Yakub.
Keutamaan tersebut dijelaskan dalam berbagai literatur keislaman. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kelurahan Basirih Selatan dalam salah satu kajian keagamaan, orang yang menjalankan puasa pada hari ke-21 Ramadhan akan mendapatkan penerangan dan keluasan di alam kubur. Kuburannya dilapangkan hingga seribu farsakh serta dijauhkan dari suasana gelap dan kesepian. Selain itu, wajah orang yang berpuasa disebut akan bercahaya sebagaimana cahaya yang dimiliki Nabi Yusuf AS.
Selain itu, keutamaan lain juga disebutkan dalam kitab *Durrotun Nasihin*. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT akan membangunkan sebuah rumah dari cahaya di surga bagi orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-21 Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah di malam hari pada sepuluh malam terakhir memiliki nilai pahala yang sangat besar.
Hari ke-21 Ramadhan juga menjadi awal dari sepuluh malam terakhir yang sangat dimuliakan. Rasulullah SAW diketahui meningkatkan intensitas ibadah pada malam-malam tersebut. Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak doa. Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa doa orang yang sedang berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan hari dan malam di penghujung Ramadhan untuk memohon ampunan, rahmat, serta berbagai kebaikan dunia dan akhirat.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, puasa pada hari ke-21 Ramadhan tidak hanya menjadi ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak amal saleh. Umat Islam diharapkan dapat memaksimalkan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Navaliska putri












