Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Seorang lansia perempuan berusia 61 tahun di Mojokerto akhirnya dievakuasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur setelah ditemukan hidup sebatang kara dalam kondisi memprihatinkan di sebuah gubuk penuh sampah.
Korban diketahui tinggal di hunian tidak layak, dengan seluruh aktivitas sehari-hari seperti tidur hingga buang air dilakukan di satu tempat yang sama. Kondisi tersebut terungkap setelah adanya laporan dari warga sekitar yang merasa prihatin.
Kepala Dinsos Jawa Timur, Restu Novi Widiani, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial M Arif Ardiansyah, menjelaskan bahwa selama ini korban bertahan hidup dari bantuan warga.
“Selama ini, ia hanya bertahan hidup berkat belas kasihan para tetangga yang bergantian memberinya makan, minum, serta membersihkan tempat tinggalnya secara sukarela. Dengan evakuasi ini, sisa ODGJ yang belum dievakuasi sebanyak 249 orang,” ujar Arif, Selasa (31/3/2026).
Evakuasi dilakukan oleh Tim Jatim Social Care (JSC) Dinsos Jatim pada Senin (30/3/2026) dan berlangsung lancar tanpa hambatan. Hal ini dikarenakan korban tidak memiliki keluarga yang merawat.
Pasca-evakuasi, pemerintah daerah telah menyiapkan skema pemulihan jangka panjang. Pada tahap awal, korban akan menjalani rehabilitasi medis di RSJ Menur selama kurang lebih dua minggu.
Selanjutnya, korban akan dipindahkan ke Balai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk menjalani perawatan lanjutan sekitar satu bulan. Pada tahap akhir, lansia tersebut akan ditempatkan secara permanen di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang agar mendapatkan perawatan yang layak dan berkelanjutan.
Kasus ini menjadi penanganan ke-7 yang dilakukan Dinsos Jawa Timur sepanjang 2026. Meski tidak termasuk kasus pemasungan secara fisik, kondisi terlantar tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
Berdasarkan data aplikasi E-Vasung, saat ini terdapat 249 kasus pasung di Jawa Timur yang masih dalam penanganan. Beberapa wilayah menjadi prioritas, di antaranya Kabupaten Sampang dengan jumlah kasus tertinggi mendekati 30 orang, serta Kabupaten Pasuruan yang menjadi target pembebasan skala besar berikutnya.
Dinsos Jawa Timur juga terus berkoordinasi dengan sejumlah daerah lain seperti Jember, Tuban, dan Sampang dalam upaya penanganan lanjutan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan temuan lansia terlantar maupun kasus pemasungan melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan manusiawi. (Nva)












