Ternate, LenteraInspiratif.id– Cuaca buruk yang melanda perairan Maluku Utara dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung pada ketersediaan ikan di pasar. Kondisi ini membuat harga sejumlah jenis ikan di Kota Ternate mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kamaruddin, mengatakan cuaca yang tidak bersahabat sejak awal 2026 membuat aktivitas melaut para nelayan terganggu. Akibatnya, pasokan ikan ke pasar pun menurun drastis.
“Cuaca buruk menjadi penyebab utama kelangkaan ikan. Bahkan daerah penghasil seperti Bacan sudah tidak lagi mengirim pasokan ikan ke Ternate,” ujar Kamaruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, menurunnya pasokan ikan berdampak langsung pada lonjakan harga di pasaran. Salah satunya terjadi pada ikan cakalang yang sebelumnya dijual sekitar Rp15.000 per kilogram, kini meningkat hingga mencapai Rp35.000 per kilogram.
Menurut Kamaruddin, banyak kapal nelayan tidak dapat melaut karena gelombang laut yang tinggi di wilayah penangkapan ikan. Bahkan beberapa kapal yang sempat mencoba melaut terpaksa kembali tanpa membawa hasil tangkapan.
Dalam kondisi normal, Kota Ternate biasanya menerima pasokan sekitar 11 hingga 12 ton ikan per hari yang dikirim dari wilayah Bacan. Namun akibat cuaca ekstrem, distribusi tersebut sementara terhenti.
Meski demikian, PPN Ternate masih memiliki cadangan ikan ekspor sekitar 20 ton yang terdiri dari ikan tuna dan ikan dasar. Stok tersebut untuk sementara disimpan dan akan dikeluarkan jika kondisi pasar semakin membutuhkan.
“Stok ikan sebenarnya masih ada, tetapi stabilitas harga sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan ikan di laut,” jelasnya.
Ia berharap kondisi cuaca di perairan Maluku Utara segera membaik agar para nelayan dapat kembali melaut dan pasokan ikan di pasar kembali normal.







